Penampakan Banjir Merah Darah di Solo, Bikin Geger Warga!
SOLO, iNews.id - Sejumlah wilayah di Kota Solo terendam banjir pada Rabu (15/4/2026). Namun yang membuat warga RW 06, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, kaget bukan hanya genangan air, melainkan perubahan warna air menjadi merah.
Fenomena air banjir berwarna merah itu terjadi di tengah genangan yang mencapai setinggi betis orang dewasa. Kondisi ini langsung menimbulkan kepanikan di lingkungan warga sekitar.
Seorang warga bernama Jumadi mengaku terkejut saat melihat perubahan warna air yang masuk ke rumahnya. Dia menyebut kondisi tersebut baru terlihat pada Rabu pagi setelah banjir mulai masuk ke permukiman sejak malam sebelumnya.
"Banjirnya sejak Selasa malam, yang warna merahnya kemarin pagi. Saya bangun tidur, air yang masuk rumah tiba-tiba warnanya merah," ujar Jumadi di Solo, Kamis (16/4/2026).
Warga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab perubahan warna air tersebut. Kondisi ini membuat banyak orang berspekulasi mengenai sumber warna merah pada banjir itu.
Jumadi menduga kuat warna merah tersebut berasal dari limbah pewarna sablon yang kemungkinan terbawa ke aliran air di sekitar permukiman.
"Yang berwarna merah hanya di RW 6 saja. Mungkin ada orang yang membuang obat sablon atau apa. Kalau di tempat lain tidak merah, cuma di bagian sini saja," imbuh Jumadi.
Peristiwa ini membuat warga sekitar sempat khawatir karena perubahan warna air terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda awal yang jelas.
Pihak Kelurahan Joyotakan kemudian melakukan penelusuran di sekitar lokasi banjir untuk mencari sumber warna merah tersebut. Hasil awal mengarah pada temuan benda yang diduga menjadi penyebabnya.
Lurah Joyotakan, Bambang Kristianto, menjelaskan ada temuan bungkus plastik yang mengandung zat pewarna di dekat pintu air. Dari lokasi tersebut terlihat cairan berwarna merah keluar dari material yang ada di dalamnya.
"Saat kita telusuri, ada bungkus plastik yang mengeluarkan pewarna di dekat pintu air. Seperti ada kain di dalamnya yang mengeluarkan warna merah. Jadi itu bukan limbah sebenarnya, cuma tinta atau pewarna merah. Ditemukannya bukan di sungai, tapi di dekat tangga masuk ke pintu air. Warga memang sempat kaget," ungkap Bambang.
Meski sudah ada dugaan sumbernya, warga tetap diminta waspada selama kondisi banjir masih berlangsung. Pemerintah setempat juga terus memantau area terdampak untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kejadian tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan