Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iring-iringan Mobil Gubernur Bobby Nasution Diadang, Pasar Desa Terancam Dialihfungsikan
Advertisement . Scroll to see content

Mobil Gubernur Bobby Nasution dan Bupati Batubara Diadang Warga, Ada Apa?  

Kamis, 27 November 2025 - 18:19:00 WIB
Mobil Gubernur Bobby Nasution dan Bupati Batubara Diadang Warga, Ada Apa?  
Tangkapan layar saat mobil iring-iringan Gubernur Sumut Bobby Nasution diadang sejumlah warga Desa Bulan-Bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Rabu (26/11/2025). (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

BATUBARA, iNews.id - Iring-iringan mobil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution diadang sejumlah warga Desa Bulan-Bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Rabu (26/11/2025) pagi. Tak hanya mobil gubernur Sumut, emak-emak juga menghentikan kendaraan Bupati Batubara Baharuddin Siagian.

Dalam rekaman video terlihat pengadangan bermula saat warga berdiri di badan jalan meminta iring-iringan mobil gubernur berhenti. Setelah laju kendaraan melambat, warga berusaha mencari mobil yang ditumpangi Bobby untuk menyampaikan langsung keluhan mereka. Suasana sempat memanas karena emosi warga sudah terlanjur tersulut.

Dalam kerumunan, salah satu emak-emak bernama Hermina Sitorus terlihat menggebrak bodi mobil yang ditumpangi Bobby. Dari dalam mobil, Bobby merespons singkat dan berusaha menenangkan situasi.

"Jangan marah-marah Ibu," kata Bobby dalam tayangan iNews TV, Kamis (27/11/2025).

Usai memberi respons singkat, mobil yang ditumpangi Bobby kemudian kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkan lokasi. Warga masih bertahan di pinggir jalan sambil menyuarakan penolakan mereka terhadap alih fungsi pasar. Sejumlah tokoh perempuan tampak berada di barisan depan.

Tak hanya mobil gubernur, warga juga menghadang mobil Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, yang berada di belakang rombongan Bobby. Kepada warga, Baharuddin menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. "Besok kita rapat ya," kata Baharuddin dari dalam mobil.

Aksi pengadangan ini berawal dari keresahan warga Desa Bulan-Bulan terkait rencana menjadikan pasar desa sebagai kantor Koperasi Merah Putih. Menurut warga, pasar selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Mereka khawatir, jika pasar dialihfungsikan, penghidupan pedagang dan warga akan terganggu.

Di lokasi pasar, sejumlah pekerja sudah terlihat menggali lubang untuk fondasi bangunan baru. Aktivitas itu makin memicu kemarahan warga yang merasa tidak pernah diajak berdiskusi mengenai rencana pembangunan. Warga menilai proses pengambilan keputusan berlangsung sepihak.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut