Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masuki Teluk Persia, Iran Kejar Kapal Perang AS di Selat Hormuz
Advertisement . Scroll to see content

Memanas! AS Ancam Hancurkan Iran Lebih Brutal Jika Tolak Teken Kesepakatan

Senin, 11 Mei 2026 - 17:58:00 WIB
Memanas! AS Ancam Hancurkan Iran Lebih Brutal Jika Tolak Teken Kesepakatan
Trump ancam bombardir Iran lebih brutal jika tak segera teken kesepakatan. Konflik AS-Iran memanas meski gencatan senjata masih berlaku. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran. Trump menegaskan Washington siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal apabila Teheran menolak segera menandatangani kesepakatan yang diajukan AS.

“Sama seperti kami mengalahkan mereka hari ini, kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras dan lebih kejam di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu, secepatnya,” tulis Trump di Truth Social, Kamis (7/5/2026).

Trump juga membanggakan kekuatan militer Amerika dengan mengklaim kapal perusak rudal Angkatan Laut AS berhasil melumpuhkan serangan drone Iran. Dalam unggahannya, ia menyebut drone-drone itu “terbakar di udara” sebelum jatuh ke laut.

“Drone datang lalu terbakar di udara. Mereka jatuh begitu indah ke samudra, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya,” kata Trump.

Meski tensi memanas, Trump mengaku gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku. Namun, ia menuding Teheran tengah “mempermainkan” Washington di tengah negosiasi yang berlangsung alot.

Serangan balasan antara AS dan Iran pada Kamis terjadi saat Teheran tengah meninjau proposal Washington terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik di kawasan.

Sebelumnya, pada 28 Februari, AS bersama Israel menggempur sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan besar dan korban sipil. Situasi sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 7 April.

Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad berakhir buntu. Trump kemudian memperpanjang penghentian operasi militer untuk memberi kesempatan terakhir kepada Iran mengajukan “proposal terpadu”.

Di tengah memanasnya konflik, Trump juga meluncurkan “Project Freedom”, operasi khusus untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Namun pada Selasa, ia memutuskan menghentikan sementara operasi tersebut demi membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut