Kesaksian Pilu WNI Flotilla Gaza, Disiksa 4 Hari Tentara Israel
TANGERANG, iNews.id – Misi kemanusiaan internasional menuju Gaza, Palestina, berubah menjadi mimpi buruk bagi sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026. Kapal bantuan yang mereka tumpangi dicegat di tengah laut oleh militer Israel (IDF) pada 18 Mei 2026, berujung pada penangkapan dan penyiksaan keji selama berhari-hari.
Salah satu aktivis kemanusiaan WNI yang selamat, Herman Budianto, membeberkan brutalnya perlakuan tentara Israel sesampainya ia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Herman menegaskan, aksi kekerasan yang dilakukan IDF nyata dan sangat tidak manusiawi.
“Kami menyampaikan bahwa memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IDF itu nyata, sangat keji, sangat brutal. Dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang sekitar empat hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi,” ungkap Herman.
Herman memaparkan bahwa kekejaman tersebut mengakibatkan puluhan relawan dunia mengalami luka berat, mulai dari patah tulang rusuk (sekitar 40 orang), patah tangan, kaki, hidung, hingga luka tembak. Tidak hanya kekerasan fisik, tindakan pelecehan seksual juga menimpa relawan laki-laki maupun perempuan.
Kondisi di dalam penjara Israel digambarkan sangat memprihatinkan. Para tahanan dipaksa merangkak menggunakan lutut, dilarang menatap sipir, serta didekam di dalam sel basah tanpa bantal dan selimut.