Jutaan Warga Tumpah Ruah di Teheran, Pelayat Berebut Sentuh Peti Jenazah Ali Khamenei Sebelum Disalatkan
TEHERAN, iNews.id – Jutaan warga Iran memadati Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam prosesi mensalatkan yang digelar Minggu (5/7/2026) waktu setempat. Momen paling mengharukan terjadi ketika ribuan pelayat berusaha mendekati dan menyentuh peti jenazah Khamenei sebelum disalatkan di Masjid Raya Teheran.
Sejak pagi, lautan manusia memenuhi kawasan masjid raya di Teheran. Para pelayat menangis, memukul dada sesuai tradisi Syiah, serta melantunkan doa sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang memimpin Republik Islam Iran selama puluhan tahun.
Peti jenazah Ali Khamenei terlihat dibalut bendera Iran. Saat iring-iringan peti jenazah bergerak menuju lokasi salat jenazah, ribuan warga tampak berdesakan untuk menyentuh peti sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan terakhir.
Suasana haru bercampur emosional menyelimuti prosesi. Di sela-sela doa, massa juga meneriakkan selamat datang Pemimpin Mojtaba.
Ali Khamenei wafat pada usia 86 tahun. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi masyarakat Iran sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Republik Islam Iran.
Pemerintah Iran menjadwalkan rangkaian pemakaman berlangsung selama beberapa hari. Setelah prosesi di Teheran, jenazah akan dibawa ke sejumlah kota di Iran dan Irak sebelum dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad pada Kamis (9/7/2026).
Selama masa berkabung nasional, sejumlah ruas jalan ditutup dan pengamanan diperketat untuk mengendalikan arus jutaan pelayat yang terus berdatangan. Aparat keamanan disiagakan di berbagai titik guna memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan tertib dan aman.
Prosesi pemakaman ini juga menjadi perhatian dunia internasional karena berlangsung di tengah situasi Timur Tengah yang masih memanas. Di saat yang sama, Ayatollah Mojtaba Khamenei mulai menjalankan perannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menandai babak baru dalam kepemimpinan negara tersebut.
Editor: Suriya Mohamad Said