Jokowi Angkat Bicara terkait Mantan Ketua KPK Terseret Kasus Dugaan Ijazah Palsu
JAKARTA, iNews,id - Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak pernah melaporkan secara pribadi mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015, Abraham Samad dalam kasus tudingan ijazah palsu. Jokowi menyatakan bahwa laporan yang dia ajukan hanya berfokus pada peristiwa dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, bukan kepada individu tertentu.
"Begini, jadi yang saya laporkan itu adalah peristiwa. Peristiwa mengenai dugaan pencemaran nama baik dan fitnah itu. Jadi saya tidak melaporkan nama," kata Jokowi menanggapi munculnya nama Abraham Samad dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya.
Abraham Samad terseret dalam kasus tersebut setelah namanya tercantum sebagai salah satu terlapor dalam SPDP Polda Metro Jaya. Namun menurut Jokowi, penyebutan nama-nama tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, dalam acara deklarasi perjuangan di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Abraham Samad mengajak aktivis dan akademisi untuk tetap melakukan investigasi terhadap dugaan ijazah palsu Jokowi, demi mencari kebenaran dari kasus yang ramai diperbincangkan publik.
"Apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro membuat SPDP terhadap 12 orang ini adalah salah satu bentuk agar supaya kalian menjadi kendor agar supaya kalian hentikan investigasi Anda terhadap ijazah Jokowi," kata Samad dalam pidatonya.
Editor: Kurnia Illahi