Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Akan Blokade Selat Hormuz sampai Kesepakatan Damai dengan AS Dicapai
Advertisement . Scroll to see content

Iran Terus Memanas! Tentara Wanita Siap Terjun ke Medan Tempur Lawan AS dan Israel

Minggu, 19 April 2026 - 09:12:00 WIB
Iran Terus Memanas! Tentara Wanita Siap Terjun ke Medan Tempur Lawan AS dan Israel
Ketegangan di Iran meningkat, perempuan siap tempur hadapi Amerika Serikat dan Israel, didukung solidaritas rakyat kuat. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Situasi di Iran kembali memanas di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Di tengah ancaman konflik, muncul fenomena yang menjadi sorotan: kesiapan perempuan atau wanita Iran untuk turut terjun langsung ke medan tempur.

Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, Haryati, mengungkapkan bahwa masyarakat Iran menunjukkan solidaritas tinggi terhadap pemerintah.

Ia menyebut, setiap malam warga turun ke jalan sebagai bentuk dukungan terhadap sikap negara dalam menghadapi potensi perang lebih dahsyat lagi.

“Rakyat Iran tidak takut perang. Mereka justru menunjukkan dukungan penuh terhadap keputusan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Haryati, semangat nasionalisme di Iran sangat kuat. Hal ini juga tercermin dari peran perempuan atau wanita yang tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan setara dengan pria dalam berbagai aspek, termasuk dalam membela negara.

Ia menambahkan, perempuan Iran memiliki kesadaran tinggi untuk terlibat aktif dalam pertahanan negara. Bahkan, banyak di antara mereka yang siap mengangkat senjata jika konflik benar-benar pecah.

Dia juga mengungkapkan, bahwa perempuan di Iran telah lama memiliki peran strategis, terutama sejak Revolusi Iran 1979. Tingkat pendidikan perempuan pun tinggi, dengan sekitar 80 persen di antaranya mengenyam pendidikan tinggi.

Sementara itu, mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menegaskan bahwa kondisi di dalam negeri Iran cukup solid. Ia menilai narasi yang menyebut rakyat Iran tertindas tidak sepenuhnya tepat.

“Yang berkembang di media Barat seperti CNN tidak selalu mencerminkan realitas di lapangan. Justru masyarakat Iran menunjukkan kesiapan menghadapi konflik, termasuk dengan AS dan Israel,” katanya.

Dalam sektor militer, Wanita Iran disebut telah mendapatkan pelatihan yang setara dengan pria. Banyak dari mereka bergabung dalam angkatan bersenjata maupun Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

“Perempuan Iran memiliki karakter yang kuat dan teguh. Mereka bukan hanya simbol, tetapi bagian nyata dari kekuatan pertahanan negara,” ujarnya.

Di tengah ancaman pascagencatan senjata dan ultimatum dari pihak luar, masyarakat Iran disebut tetap tenang dan tidak gentar. Konsolidasi internal yang solid menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat posisi negara tersebut dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut