Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Adu Banteng 2 Bus Transjakarta di Jalur Layang Cipulir, 24 Penumpang Terluka
Advertisement . Scroll to see content

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp130.000 per Kilogram, Warga Terpaksa Kurangi Belanja

Senin, 23 Februari 2026 - 23:56:00 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp130.000 per Kilogram, Warga Terpaksa Kurangi Belanja
Harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Padalarang, Bandung Barat, tembus Rp130.000 per kg pada hari kelima Ramadan, daging dan telur juga ikut naik. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menembus Rp130.000 per kilogram pada hari kelima Ramadan.

Lonjakan ini terjadi dibanding sebelum puasa yang masih berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Kenaikan signifikan membuat pedagang dan pembeli sama-sama merasakan tekanan.

Tidak hanya cabai rawit merah, sejumlah jenis cabai lain ikut merangkak naik. Cabai rawit yang sebelumnya Rp35.000 kini menjadi Rp50.000 per kilogram.

Cabai tanjung ikut terdongkrak dari Rp35.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai cengek hijau naik dari Rp45.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Cabai merah besar yang sebelumnya Rp80.000 sempat menyentuh Rp120.000 dan kini berada di kisaran Rp110.000 per kilogram. Kenaikan bertahap ini terjadi selama beberapa hari terakhir Ramadan.


Daging dan Telur Ikut Naik Selama Ramadan

Harga daging ayam dalam lima hari terakhir naik dari Rp36.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Daging sapi juga meningkat dari Rp130.000 menjadi Rp140.000 per kilogram.

Kenaikan turut terjadi pada telur ayam. Selama Ramadan, harga telur melonjak dari Rp27.000 menjadi Rp31.000 per kilogram.

Seorang warga mengaku kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga membengkak. "Tidak semuanya masyarakat itu ada punya uang. Tidak semuanya masyarakat itu mampu untuk membeli. Tapi karena memang itu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan, yang tidak bisa ditunda, ya apa boleh buat. Makanya tadi dengan cara dikurangi," ujarnya.

Kenaikan harga kebutuhan pokok diperkirakan terus berlangsung hingga mendekati Lebaran. Pedagang dan pembeli berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menekan lonjakan harga selama Ramadan.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut