Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkop Buka Suara soal Polemik Pengadaan Kipas Angin untuk Kopdes Merah Putih Rp1,8 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

DPR Pertanyakan Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun: Merek Apa, Belinya di Mana?

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:34:00 WIB
DPR Pertanyakan Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun: Merek Apa, Belinya di Mana?
Isu pengadaan 1,8 juta kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih disorot DPR. Menteri Koperasi menyatakan pengadaan itu bukan dilakukan kementeriannya. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjadi perhatian dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. Ia meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka terkait merek, spesifikasi, harga, lokasi pembelian, hingga pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan jika memang benar dilakukan.

Menurut Mufti, penggunaan anggaran dalam Program Kopdes Merah Putih harus dilaksanakan secara transparan agar dapat diawasi publik.

"Izin ke Bapak Menteri. Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp1,8 triliun. Lalu, kemudian dari isu ini kami coba mencari informasi, tetapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini," kata Mufti dalam rapat kerja, Rabu (15/7/2026).

Mufti mengaku telah berupaya mencari informasi dari berbagai pihak, namun belum memperoleh kepastian mengenai kabar tersebut.

"Maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp1,8 triliun itu betul tidak, Pak?," timpalnya.

Mufti juga menyoroti besaran anggaran yang disebut mencapai Rp1,8 triliun. Berdasarkan penelusurannya di platform e-commerce, harga kipas angin berdiri (standing fan) berkisar Rp300.000 per unit dan seharusnya bisa lebih murah jika dibeli dalam jumlah besar.

"Itu kipas angin yang standing loh, Pak. Yang embusan anginnya bisa mungkin bisa mengempaskan tikus-tikus di KDMP begitu," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengadaan kipas angin tersebut bukan dilakukan oleh Kementerian Koperasi. Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti informasi mengenai nilai maupun mekanisme pengadaan yang ramai diperbincangkan.

"Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kalau pengadaannya bukan kami, Pak," ujar Ferry, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026). 

Ferry mengatakan dirinya belum bisa memastikan spesifikasi kipas angin yang dimaksud. Ia hanya menyebut sempat melihat informasi mengenai salah satu jenis kipas angin dengan harga sekitar Rp11 juta per unit, namun tidak mengetahui apakah produk tersebut terkait dengan isu yang beredar.

Ferry juga menepis anggapan bahwa kipas angin yang dimaksud merupakan kipas angin berbahan plastik seperti yang umum digunakan di rumah kos.

"Ah, itu kipas anginnya bukan kipas angin kos-kosan, itu kipas angin. Kalau kipas angin kos-kosan yang plastik," ucap Ferry.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut