Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Qatar Kosongkan Permukiman di Sekitar Kedubes AS, Khawatir Kena Rudal Iran
Advertisement . Scroll to see content

Berusaha Masuk Selat Hormuz, 10 Kapal Tanker Dihantam Rudal Iran

Kamis, 05 Maret 2026 - 13:15:00 WIB
Berusaha Masuk Selat Hormuz, 10 Kapal Tanker Dihantam Rudal Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal terhadap sedikitnya sepuluh kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Ketegangan di jalur pelayaran paling vital di dunia mencapai titik kritis setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal terhadap sedikitnya sepuluh kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Kapal-kapal tersebut, yang berasal dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, dilaporkan mengalami kebakaran hebat setelah mengabaikan serangkaian peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh angkatan laut Iran.

Wakil Komandan Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil karena kapal-kapal tersebut bersikeras melintas di wilayah yang telah dinyatakan tidak aman.

Saat ini, Iran mengklaim telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan menegaskan bahwa tidak ada satu pun armada kapal—baik itu kapal minyak, dagang, maupun perikanan—yang diizinkan lewat.

Penasihat IRGC, Ibrahim Jabari, menambahkan bahwa penutupan ini merupakan pesan langsung bagi Amerika Serikat, dengan prediksi bahwa kelangkaan pasokan akan meroketkan harga minyak dunia hingga mencapai 200 US Dolar per barel.

Dampak dari blokade ini langsung memicu guncangan ekonomi di kawasan sekitarnya. Berdasarkan laporan Al Jazeera, biaya pengiriman laut menuju Irak telah melonjak drastis sebesar 60% akibat kenaikan tarif asuransi yang sangat tinggi.

Di perairan Irak sendiri, tujuh kapal tanker kini dalam posisi tertahan dan tidak dapat bergerak sembari menunggu pembukaan kembali jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari serangan rudal dan drone yang dimulai sejak awal Maret, yang secara spesifik menyasar kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Inggris di wilayah tersebut.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut