Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Angkatan Laut AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:35:00 WIB
Angkatan Laut AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz
Kontak senjata antara pasukan Amerika Serikat (AS) dan militer Iran pecah di kawasan strategis Selat Hormuz pada Kamis (28/5/2026). Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kontak senjata antara pasukan Amerika Serikat (AS) dan militer Iran pecah di kawasan strategis Selat Hormuz pada Kamis (28/5/2026). Insiden ini diduga dipicu oleh pengadangan kapal tanker AS yang berusaha melintasi selat tersebut oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sumber pejabat militer Iran yang dikutip kantor berita Tasnim melaporkan bahwa kapal tanker milik AS tersebut mencoba melintas dengan mematikan sistem radar. Lantaran mengabaikan peringatan Angkatan Laut IRGC untuk mundur, kapal tersebut akhirnya ditembaki.

Militer AS yang memantau situasi dari kejauhan langsung membalas dengan menyerang beberapa fasilitas militer Iran di sekitar Bandar Abbas.

"Suara ledakan terdengar terkait insiden tersebut. Namun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan properti," tulis laporan Tasnim melalui kanal Telegram resminya. Peristiwa ini menandai insiden gesekan kedua yang melibatkan kedua negara dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Di sisi lain, media barat seperti Reuters dan Associated Press (AP) yang mengutip sumber militer AS memberikan laporan berbeda. Pihak Pentagon menyatakan telah menembak jatuh empat drone kamikaze milik Iran di Selat Hormuz karena dinilai mengancam keselamatan pasukan mereka. Selain itu, AS juga melancarkan serangan udara ke stasiun kontrol darat di Kota Bandar Abbas untuk melumpuhkan drone kelima sebelum sempat lepas landas.

"Tindakan ini terukur, murni defensif, dan ditujukan untuk menjaga stabilitas gencatan senjata," ujar seorang pejabat militer AS kepada Reuters.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut