Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RI Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi Aktivis GSF oleh Israel!
Advertisement . Scroll to see content

Begini Kondisi Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Setelah Disiksa dan Diintimidasi Pasukan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:31:00 WIB
Begini Kondisi Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Setelah Disiksa dan Diintimidasi Pasukan Israel
Aktivis GSF ditahan Israel diduga disiksa dengan setrum dan kekerasan fisik. Puluhan korban mengalami patah tulang rusuk. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Sejumlah aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami luka serius setelah diduga mendapat penyiksaan selama ditahan pasukan Israel. Beberapa korban disebut mengalami patah tulang rusuk hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Sebanyak 430 aktivis dari lebih 40 negara ditahan di Pelabuhan Ashdod usai kapal bantuan mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 kilometer dari Gaza, awal pekan ini.

Organisasi advokasi HAM sekaligus tim kuasa hukum para aktivis, Adalah, mengungkap para tahanan mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari sengatan listrik, kekerasan fisik, hingga tekanan psikologis selama berada dalam tahanan.

“Sedikitnya tiga aktivis harus dirawat di rumah sakit akibat luka berat, sementara puluhan lainnya mengalami patah tulang rusuk dan gangguan pernapasan,” demikian pernyataan Adalah, dikutip Anadolu, Kamis (21/5/2026).

Tim hukum Adalah juga mengaku telah mengumpulkan kesaksian dan bukti terkait dugaan penggunaan setrum listrik berulang kali terhadap para aktivis. Selain itu, mereka mendokumentasikan perlakuan kasar saat para tahanan dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod.

Dalam proses pemindahan, para aktivis disebut dipaksa berjalan sambil membungkuk dan berlutut dalam waktu lama dalam posisi yang menyakitkan serta dianggap merendahkan martabat manusia.

Tak hanya itu, sejumlah aktivis Muslimah dilaporkan dipaksa melepas jilbab selama masa penahanan.

Para aktivis dijadwalkan menjalani pemeriksaan status penahanan pada Kamis (21/5/2026) sebelum nantinya dipulangkan ke negara masing-masing.

Sebelumnya, kontroversi juga muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis GSF berlutut dengan tangan terikat di belakang sambil diperdengarkan lagu kebangsaan Israel.

Global Sumud Flotilla merupakan misi kemanusiaan internasional yang bertujuan mengirim bantuan ke Gaza. Sebelum insiden terbaru ini, armada GSF gelombang pertama juga sempat diserang militer Israel di dekat Pulau Kreta, Yunani, pada akhir April lalu.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut