Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemlu Ungkap Kondisi 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia
Advertisement . Scroll to see content

4 WNI Disandera Perompak Somalia, Pemerintah RI Bergerak Upayakan Penyelamatan

Kamis, 30 April 2026 - 15:48:00 WIB
4 WNI Disandera Perompak Somalia, Pemerintah RI Bergerak Upayakan Penyelamatan
Ilustrasi pembajakan kapal, empat WNI disandera perompak di perairan Somalia. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penyanderaan kapal MT Honour 25 oleh perompak di Perairan Hafun, Somalia. Pemerintah Indonesia kini tengah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan para korban.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan insiden pembajakan tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026). Sejak saat itu, KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia.

“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Heni menjelaskan, kapal tersebut tidak hanya diawaki oleh WNI, tetapi juga warga negara asing. Total terdapat 15 anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban penyanderaan.

“Pada kapal tersebut diawaki oleh 4 ABK WNI, 10 ABK Pakistan dan 1 ABK India dan Myanmar,” katanya.

Meski berada dalam situasi berbahaya, Kemlu memastikan kondisi empat WNI hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan baik berdasarkan informasi terakhir dari otoritas Somalia.

Salah satu korban diketahui merupakan kapten kapal bernama Ashari Samadikun, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam komunikasi singkat melalui video call dan pesan suara, dia mengabarkan situasi mencekam yang dialami bersama kru lainnya.

Ashari menyebut kapal yang berlayar dari Oman menuju Somalia tersebut dikuasai perompak bersenjata lengkap. Para pelaku meminta uang tebusan dalam jumlah besar.

Kemlu menegaskan, upaya penyelamatan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari otoritas pemerintah setempat hingga tokoh masyarakat dan pelaku usaha.

Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengupayakan langkah terbaik untuk membebaskan para korban dari penyanderaan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut