Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Siapkan RAPBN 2024 untuk Percepat Transformasi Ekonomi

Rabu, 16 Agustus 2023 - 18:01:00 WIB
Sri Mulyani Siapkan RAPBN 2024 untuk Percepat Transformasi Ekonomi
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut, arsitektur RAPBN 2024 ditujukan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan, risiko global masih harus diwaspadai di 2024. Hal ini disebabkan masih melemahnya ekonomi global, suku bunga relatif tinggi, hingga geopolitik menimbulkan disrupsi dan tekanan inflasi.

Selain itu, Sri Mulyani menyebut dampak perubahan iklim juga menjadi semakin nyata.

"Arsitektur RAPBN 2024 ditujukan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (16/8/2023).

Sri Mulyani menambahkan, APBN tetap berperan sebagai shock absorber, melindungi rakyat dan stabilisasi ekonomi dari guncangan global, berupa stabilisasi harga pangan, ketahanan energi, dan pengendalian inflasi.

"Selain itu, APBN juga berperan sebagai akselerator transformasi ekonomi baik itu human capital, physical capital, natural capital, dan reformasi institusional," tuturnya.

Demi mencapai visi Indonesia Maju 2045, APBN terus dijaga tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah-panjang. 

"Pendapatan negara terus didorong tetap optimal di tengah gejolak komoditas, tren digital, dan momentum penguatan pemulihan ekonomi," ucapnya.

Di sisi lain, belanja negara didorong semakin produktif dan efisien, diarahkan untuk menyelesaikan proyek strategis nasional, memberantas kemiskinan dan stunting, mendukung IKN, dan penyelenggaraan Pemilu.

"Defisit APBN dan rasio utang terus menurun dan keseimbangan moneter didorong menuju positif," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut