Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masyarakat Mulai Tinggalkan Pinjaman Konvensional, Beralih ke Pindar
Advertisement . Scroll to see content

Sri Lanka Paparkan Rencana Restrukturisasi Utang kepada Kreditur Internasional Pekan Ini

Senin, 19 September 2022 - 07:17:00 WIB
Sri Lanka Paparkan Rencana Restrukturisasi Utang kepada Kreditur Internasional Pekan Ini
Sri Lanka akan melakukan presentasi kepada kreditur internasionalnya pada hari Jumat pekan ini terkait rencana restrukturisasi utang dan dana talangan IMF. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KOLOMBO, iNews.id - Sri Lanka akan melakukan presentasi kepada kreditur internasionalnya pada hari Jumat pekan ini. Pembahasan tersebut di antaranya terkait rencana restrukturisasi utang dan dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Mengutip Reuters, Sri Lanka mengalami krisis ekonomi terburuknya sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948. Krisis tersebut disebabkan salah urus ekonomi selama bertahun-tahun ditambah pandemi Covid-19 yang menyebabkan gagal bayar atas utang negaranya. 

Kementerian Keuangan Sri Lanka menyampaikan melalui firma hukum Clifford Chance bahwa panggilan online pada 23 September akan terbuka untuk semua kreditur eksternal dan terdapat sesi interaktif di mana para peserta dapat mengajukan pertanyaan.

"Pihak berwenang bermaksud untuk memperbarui kreditur eksternal mereka pada perkembangan ekonomi makro terbaru, tujuan utama dari paket reformasi yang disepakati dengan IMF dan langkah selanjutnya dari proses restrukturisasi utang," tulis pernyataan tersebut dikutip, Senin (19/9/2022).

Kesengsaraan Sri Lanka memuncak pada Juli ketika Presiden sebelumnya Gotabaya Rajapaksa meninggalkan negara itu dan mengundurkan diri setelah protes publik yang diwarnai kekerasan.

Penggantinya, Ranil Wickremesinghe telah berhasil mencapai kesepakatan awal dengan IMF yang akan memberikan negara itu pinjaman sebesar 2,9 miliar dolar AS selama empat tahun.

Pinjaman Sri Lanka begitu kompleks, sehingga perkiraan totalnya berkisar 85 miliar dolar AS hingga lebih dari 100 miliar dolar AS. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut