Rekomendasi Boeing 737 MAX Belum Terbit, Menhub Akan Kirim Tim ke FAA
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengirimkan tim untuk bertemu dengan otoritas penerbangan Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA). Hal ini untuk membahas status penerbangan pesawat Boeing 737 MAX yang saat ini dilarang terbang.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jika FAA sudah memberikan rekomendasi penerbangan 737 MAX, maka pihaknya akan melakukan uji coba kelaikan. Jika ternyata berjalan dengan baik, maka Kemenhub akan mengaktifkan kembali status penerbangan 737 MAX.
"Dalam minggu ini akan ada tim dari kami yang akan ke FAA. Dalam konteks itu, kami tunggu. Kami tidak bicara target, tapi prosedur itu harus dilakukan," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Sejak dilarang terbang pada 13 Maret lalu, Kemenhub masih menunggu rekomendasi dan beberapa kali melakukan komunikasi dengan FAA. Hal ini terkait dengan kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tipe pesawat Boeing 737 MAX pada 29 Oktober lalu
"FAA adalah regulator untuk Boeing dan Amerika. Karena itu masalah, maka kami kembalikan ke FAA agar dia melakukan klarifikasi terhadap apa yang terjadi pada Boeing dan apa usulannya," ucapnya.
Sebelumnya, Boeing melarang terbang seluruh armada pesawat 737 MAX setelah penyelidik menemukan bukti baru di lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines. Pabrikan pesawat tersebut juga merilis pemutakhiran perangkat lunak yang disebut-sebut terkait dengan jatuhnya dua pesawat dalam rentang lima bulan.
Pihak penyidik memusatkan pada sistem Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS) perangkat yang berfungsi mencegah pilot menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi dengan cara menukikkan pesawat secara otomatis.
Dalam kasus Lion Air JT610, MACS tidak bekerja dengan baik sehingga setiap kali pilot menaikkan hidung pesawat, MCAS aktif kembali dan menurunkan hidung pesawat.
"Nanti FAA memberikan suatu rekomendasi bahwa dari klarifikasinya itu, apa yang harus diperbaiki. Apa yang harus ditambahkan, prosedur apa yang ditempuh, hardware apa yang harus diganti, software apa yang harus diganti, pelatihan apa yang harus dilakukan, ini akan kami bahas," tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk