Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Temui Eks PM Inggris Tony Blair di Kertanegara pada Senin Malam, Bahas Isu Strategis Global
Advertisement . Scroll to see content

Presidensi G20 Indonesia Jalur Keuangan Jawab 5 Isu Strategis Global, Simak Detailnya!

Senin, 18 Juli 2022 - 13:31:00 WIB
Presidensi G20 Indonesia Jalur Keuangan Jawab 5 Isu Strategis Global, Simak Detailnya!
Presidensi G20 Indonesia Jalur Keuangan jawab 5 isu strategis global, simak detailnya!. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

NUSA DUA, iNews.id - Presidensi G20 Indonesia Jalur Keuangan terus mendorong pemulihan ekonomi yang lebih kuat dengan merespons lima isu strategis global. 

Lima isu strategis global yang dihadapi oleh otoritas pengambil kebijakan di dunia saat ini, pertama, bagaimana mengatasi isu kesehatan akibat pandemi covid dan ketahanan pangan yang disebabkan gangguan pasokan. Kedua, bagaimana mengintegrasikan berbagai kebijakan makroekonomi menjadi bauran kebijakan yang efektif. 

Ketiga, bagaimana menerapkan bauran kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperkuat pemulihan ekonomi. Keempat, bagaimana CBDC dapat dirancang sehingga dapat memfasilitasi konektivitas pembayaran lintas negara namun tetap menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, lebih lanjut meramu mitigasi dampak negatif dari asset kripto terhadap stabilitas sistem keuangan melalui kerangka pengaturan dan pengawasan yang efektif. Kelima, bagaimana sinergi antara upaya transisi, termasuk dukungan keuangan berkelanjutan menuju net zero carbon emissions.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kelima isu tersebut dilatarbelakangi kerentanan perekonomian global dengan tingkat inflasi yang tinggi dengan pemulihan yang lebih lemah. Perang yang tengah berlangsung di Ukraina, disertai dengan tindakan kebijakan dalam merespons perang dan kebangkitan Covid-19 di beberapa negara, telah memperpanjang gangguan rantai pasokan. 

Kondisi tersebut seiring dengan meluasnya kebijakan inward looking, khususnya komoditas pangan di sejumlah negara, telah mendorong kenaikan harga komoditas internasional secara signifikan sehingga meningkatkan tekanan inflasi global. Sebagai tanggapan, beberapa negara telah memulai pengetatan kebijakan moneter yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi global dan meningkatkan risiko stagflasi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut