Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PLN Gratiskan Tarif Listrik 6 Bulan untuk Huntara di Wilayah Bencana Sumatra
Advertisement . Scroll to see content

PLN Kebut Pembangunan ^Tol^ Listrik di Sumatera

Jumat, 15 Desember 2017 - 19:06:00 WIB
PLN Kebut Pembangunan ^Tol^ Listrik di Sumatera
Ilustrasi (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

BELITUNG, iNews.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya mendongkrak keandalan listrik di wilayah Sumatera. Saat ini PLN sedang mempercepat pembangunan transmisi dari Lahat, Sumatera Selatan hingga Medan, Sumatera Utara dengan daya 275 kilo volt (kV).

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera Budi Pangestu mengatakan, tol listrik Lahat-Medan ditargetkan selesai pertengahan tahun depan. Keberadaan tol listrik tersebut diharapkan menciptakan efisisensi distribusi listrik PLN. 

Selain itu, pembangunan tol listrik dipastikan mampu menurunkan biaya pokok produksi (BPP). Pasalnya BPP yang dihasilkan dari pembangkit-pembangkit berbahan bakar diesel di Sumsel lebih besar dibandingkan di Sumut. 

"Selama ini kebutuhan listrik di Sumatera bagian selatan banyak tenaga diesel sehingga membutuhkan biaya besar. Dengan adanya jaringan 275 KV maka listrik bisa didistribusikan ke bagian utara," kata Budi saat ditemui iNews.id, di Belitung Jumat (15/12/2017).

Menurut dia, jaringan transmisi listrik dibangun secara bertahap sejak dua tahun lalu. Pengerjaan tol laut dimulai dari Lahat Lubuk Linggau, Paya Kumbuh, Padang Sidempuan sampai ke Medan. 

"Rencananya nanti tidak hanya sampai Medan tapi akan diteruskan sampai Aceh," katanya. 

Berdasarkan data PLN, kemampuan daya listrik di Sumatera bagian selatan sebesar 1.300 Megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 735 MW. Sementara di Aceh kemampuan daya hanya sebesar 250 MW. Selama ini, kemampuan daya listrik di Aceh terbantu dari pasokan listrik dari Sumatera bagian utara dengan kemampuan daya sebesar 1818 MW dengan kebutuhan sebesar 1.672 MW. 

"Dengan adanya tol listrik, akan sangat membantu distribusi listrik ke Aceh," ujarnya.

Selain itu, PLN juga berencana  membangun kabel jaringan transmisi di bawah laut interkoneksi Sumatera-Bangka Belitung dengan daya 150 kilo volt (kV). Budi mengatakan, saat ini proses tender pembangunan tol listrik tersebut sudah dimulai. Sedangkan untuk rencana konstruksi pembangunan akan dilakukan tahun depan.

"Kami harapkan 2020 sudah beroperasi, dengan tujuan efisiensi untuk menurunkan biaya pokok produksi," tutur Budi.

Menurutnya, pembangunan kabel jaringan transmisi bawah laut tersebut menelan investasi sebesar Rp1,5 triliun. Untuk mendukung distribusi listrik dari jaringan transmisi tersebut PLN juga akan membangun gardu induk Tanjung Api-api dan gardu induk Muntok. 

"Kita sudah siapkan gardu induk Tanjung Api-api dan Muntok untuk mendukung distribusi," ujarnya.

Sementara, General Manager PLN wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia mengakui BPP di Babel masih tinggi. Hal itu lantaran sebagian besar pembangkit di Babel merupakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sehingga biaya operasi mahal karena menggunakan bahan bakar minyak. 

Untuk harga jual listrik di Babel sebesar Rp1.212 per kilowatt hour (kWh) semantara untuk BPP sebesar Rp2.636 per kWh. Pihaknya optimistis dengan adanya tol listrik, nantinya bisa lebih efisien karena bisa di pasok dari Sumatera yang sebagian besar pembangkitnya dari batubara atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). 

"Dibanding diesel, PLTU harganya lebih murah. Nantinya PLTD di Babel akan digantikan pasokan listriknya dengan PLTU," ucapnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut