PLN: Air Menjadi Sumber Pembangkit Listrik
JAKARTA, iNews.id – PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk bauran energi dengan turut memperingati Hari Air Sedunia tahun 2018. Air dinilai menjadi salah satu sumber EBT yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi listrik.
General Manajer PLN Disjaya Ikhsan Asaad mengatakan, dalam peringatan hari air sedunia kali ini, tema yang diambil adalah Save Water for Better and Brighter Jakarta. Hal ini merupakan simbol bahwa air merupakan bagian penting dari kehidupan seperti untuk dikonsumsi, kegiatan MCK, sampai dengan membangkitkan tenaga listrik.
Dia mengatakan, air memang sangat bermanfaat dan menjadi sahabat masyarakat bila dirawat dengan baik. Namun, air juga bisa menjadi musibah seperti banjir yang beberapa waktu lalu terjadi di Jakarta.
Akbiat banjir, PLN juga terpaksa mematikan aliran listrik ke rumah-rumah warga. Hal ini semata-mata untuk keselamatan warga agar terhindar dari bahaya listrik karena air juga merupakan pengahantar listrik.
“Peringatan Hari Air Dunia ini memiliki makna yang luas sekali. Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, termasuk menjadi sumber pembangkit listrik. Jadi kita harus merawat air agar bisa jadi sahabat,” ucap Ikhsan Asaad dalam keterangannya, Sabtu (24/3/2018).
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan porsi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada tahun 2025 mencapai 23 persen. Tercatat, bauran energi dari EBT baru mencapai 12 persen. Diharapkan di tahun 2019, bauran energi dari EBT bisa bergerak ke 19 persen.
Memperingati Hari Air Sedunia tahun 2018, PLN Disjaya juga hadir di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan untuk menggelar aksi Bersih Ciliwung pada Jumat, 23 Maret 2018. Selain bersih-bersih bantaran sungai, ada aksi tanam pohon buah-buahan khas betawi yang sudah mulai langka. Selain itu dilakukan pula tebar benih ikan di Sungai Ciliwung sebagai pertanda bahwa sungai masih layak untuk menjadi habitat hidup ikan.
PLN Disjaya juga mengajak seluruh masyarakat belajar bagaimana mencintai dan melestarikan ekosistem sungai. Diperlukan koordinasi dan kerjasama dari pemerintah, komunitas peduli lingkungan, masyarakat, serta korporasi untuk bersama-sama menjaga Ciliwung dan lingkungan di Jakarta agar menjadi kota yang bersih dan bebas banjir.
Editor: Ranto Rajagukguk