Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Ancam bakal Copot Pejabat Bea Cukai Selain Dirjen, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Pendapatan Negara Lampaui Target, Defisit APBN 2018 Hanya 1,76 Persen

Rabu, 02 Januari 2019 - 17:40:00 WIB
Pendapatan Negara Lampaui Target, Defisit APBN 2018 Hanya 1,76 Persen
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Realisasi pendapatan negara tahun ini mencapai lebih dari 100 persen. Alhasil, defisit APBN 2018 bisa ditekan di bawah 2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan data sementara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi pendapatan negara hingga 31 Desember 2018 mencapai Rp1.942,3 triliun atau 102,5 persen dari target Rp1.894,7 triliun. Sementara defisit tercatat 1,76 persen, lebih rendah dari proyeksi 2,19 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit APBN tahun ini sangat kecil, sehingga pembiayaan anggaran berkurang menjadi Rp259,9 triliun. Angka ini lebih rendah dari perkiraan awal Rp325,9 triliun.

"Ini juga jauh lebih kecil dari tahun lalu yang defisitnya Rp341 triliun, dengan angka 2,51 persen terhadap PDB. Tahun ini hanya 1,76 persen," ujar Sri Mulyani saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Dia mengatakan, rendahnya defisit APBN tersebut juga cukup bagus karena merupakan yang terendah sejak 2011. Pada tahun itu, defisit APBN tercatat 1,14 persen terhadap PDB.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, defisit APBN yang rendah tersebut disebabkan pendapatan negara yang melebihi target. Persentase realisasi pendapatan negara merupakan yang tertinggi sejak 2012.

"Ini pertama kali APBN lebih besar, semenjak 2012. Pertumbuhannya sangat positif, growth pendapatan negara mencapai 16,6 persen," ujar dia.

Kinerja pendapatan negara yang bagus ditopang oleh penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp407,1 triliun atau hampir 1,5 kali lebih tinggi dari target Rp275,4 triliun.

Sementara itu, kata Sri Mulyani, penerimaan perpajakan juga cukup bagus meski masih kurang (shortfall). Realisasi penerimaan perpajakan 2018 mencapai Rp1.521,4 triliun atau 94 persen dari target Rp1.618 triliun. Penerimaan perpajakan tumbuh 13,2 persen.

Untuk belanja negara, Sri Mulyani menyebut realisasinya hampir 100 persen. Belanja negara hingga akhir tahun tembus 99,2 persen mencapai Rp2.202,2 triliun dari target Rp2.220,7 triliun. Belanja negara 2018 tumbuh 9,7 persen dibandingkan tahun 2017 yang tercatat Rp2.007,4 triliun.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut