Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PMI Manufaktur RI Juni Turun: Permintaan Anjlok, Pabrik Kurangi Pekerja
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Diminta Fokus Kembangkan Manufaktur 4 Sektor Ini

Rabu, 04 September 2019 - 22:17:00 WIB
Pemerintah Diminta Fokus Kembangkan Manufaktur 4 Sektor Ini
Pemerintah harus memfokuskan pengembangan manufaktur di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menilai pemerintah harus memfokuskan pengembangan manufaktur di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pasalnya, keempat sektor tersebut dapat menggenjot perekonomian juga dinikmati oleh masyarakat luas.

Anggota KEIN Benny Pasaribu mengatakan, jika manufaktur keempat sektor ini didorong maka keberhasilannya dapat dinikmati masyarakat luas. Pasalnya, sejak dulu masyarakat Indonesia mayoritas berkecimpung di keempat sektor tersebut.

"Kalau industrialisasinya atau investasi digerakkan keempat sektor ini praktis warga kita akan kebagian mulai dari desa sana, nelayan, juga pariwisata investasi dorong ke sana. Nilai tambah yang dihasilkan industrialisasi itu pasti ikut dinikmati," ujarnya saat Kongkow Bisnis Pas FM di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, Indonesia tidak sanggup membangun industri tekstil, kendaraan bermotor, hingga pesawat karena bahan baku produksinya merupakan barang impor. Hal ini justru tidak dapat mensejahterakan pelaku industri hingga ke hilirnya.

Selain itu, nilai impor akan membengkak seiring berkembangnya industri tersebut. Sementara yang diketahui, pemerintah ingin mengurangi barang impor agar dapat menekan defisit neraca dagang akibat ekspor yang kurang bergairah.

"Jadi meningkat produksi baik tekstil atau otomotif tapi nilai impor kita baik bahan bakunya, teknologinya semua impor sehingga tidak semuanya bisa kita nikmati kesejahteraannya," kata dia.

Menurut dia, dengan menjual produksi dari keempat sektor tersebut ke pasar internasional dapat menjadi nilai tambah dari Indonesia dibandingkan negara lainnya. Namun, jika produk dari sektor lainnya akan membuat Indonesia harus berusaha lebih agar bisa bersaing dengan produk negara lain.

"Tapi kalau tekstil yang kita bawa, Vietnam punya, Thailand punya, numpuk ini. Beradu bahan, bahan bakunya impor. Jadi yang pertama bahan bakunya itu, jadi tinggal proses hilirisasinya siapa yang lebih murah costnya. Kita costnya saja udah tinggi," ucapnya.

Namun, jika dari bahan bakunya sudah berbeda maka dipastikan produk jadinya juga akan berbeda dengan yang lain. Apalagi bahan baku dalam negeri akan jauh lebih murah ketimbang impor karena akan ditambah dengan tarif masuk dan lainnya.

"Jadi kita mendukung mengindustrialisasi itu, maka produk akhirnya itu bisa mengalahkan produk lain di pasar dunia," kata dia.

Kemudian, produk jadi yang berbeda tersebut akan semakin menarik pasar jika diiringi dengan pengemasan yang bagus juga. "Saya yakin daya saing global kita akan tinggi  pertumbuhan ekonomi kita akan 7 persen, kita akan keluar dari middle income trap. Saat itu juga kita bisa melaju menjadi negara keempat di dunia kalau kita membangun sesuai dengan potensi yang kita miliki," tutur dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut