Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Ancam bakal Copot Pejabat Bea Cukai Selain Dirjen, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Pembatasan Impor 900 Komoditas, Menkeu Terbitkan PMK Besok

Selasa, 04 September 2018 - 18:30:00 WIB
Pembatasan Impor 900 Komoditas, Menkeu Terbitkan PMK Besok
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati segera merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang membatasi 900 komoditas masuk ke pasar dalam negeri. Hal ini untuk menekan defisit neraca perdagangan yang memengaruhi transaksi berjalan sehingga bisa menstabilkan rupiah.

"Karena kenaikan dari impor barang konsumsi terutama pada bulan Juli yang lalu dan Agustus ini melonjaknya sangat tinggi hingga 50 persen lebih growth-nya. Jadi, kita akan mengeluarkan PMKnya besok pagi yang mendetailkan sekitar 900 HS Code dari barang komoditas impor, barang konsumsi terutama dari nilai tambah di dalam negeri tidak besar namun dia menggerus devisa kita," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Pemerintah juga telah menyeleksi proyek-proyek strategis yang akan dihentikan. Namun, pihaknya tidak menjelaskan secara detail proyek apa saja yang akan dihentikan.

"Kita telah menseleksi proyek-proyek yang nanti akan disampaikan oleh menteri terkait apa-apa yang bisa ditunda, yang belum melakukan financial closing sehingga permintaan terhadap devisa juga bisa dikendalikan," ucapnya.

Pemerintah kata Sri Mulyani tetap memfokuskan penguatan ekspor serta mengendalikan impor untuk menjaga kestabilan transaksi berjalan yang terus tergerus. "Di bidang ekspor, pemerintah akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan ekspor-ekspor kita, karena walaupun ekspor kita tumbuh namun pertumbuhan ekspor kita lebih kecil dibandingkan pertumbuhan impornya. Oleh karena itu, selain kita mengendalikan impor, kita juga mendorong ekspor lebih tinggi," tuturnya.

Untuk menjaga kestabilan tersebut, pemerintah turut memberikan insentif perpajakan. Selain itu, memberikan kemudahaan pembiayaan melalui institusi Lembaga Pembiayaan Infrastruktur Indonesia.

"Namun dalam suasana seperti ini, karena setiap hari selalu akan ada news dari perkembangan negara lain. Dan itu selalu pengaruhnya kepada sentimen di dalam negeri, maka kita juga meskipun sudah melakukan langkah-langkah tersebut, kita akan tetap waspada," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang konsumsi terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir meskipun porsinya masih kecil dibandingkan bahan baku dan barang modal. Pada Juli 2018, impor barang konsumsi mencapai 1,72 miliar dolar AS, naik 60,57 persen dibandingkan Juli 2017 dan naik 70,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, porsi barang konsumsi terhadap keseluruhan impor tercatat 9,41 persen.

Pemerintah berencana mengurangi impor lantaran neraca perdagangan terus mengalami defisit. Defisit tersebut berpengaruh pada melebarnya defisit transaksi berjalan, sehingga berpengaruh pada daya tahan rupiah terhadap dolar AS.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut