Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RUPST Astra Setujui Bambang Brodjonegoro Mundur dari Komisaris Independen
Advertisement . Scroll to see content

Menristek Sebut Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva, Ini Alasannya

Sabtu, 30 Januari 2021 - 18:15:00 WIB
Menristek Sebut Swab Test Bakal Diganti Metode Saliva, Ini Alasannya
Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro. (Foto: BNPB).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyebut tes Covid-19 dengan metode swab test atau usap akan diganti dengan Saliva. Saat ini, sejumlah lembaga tengah melakukan penelitian terhadap metode baru tersebut.

"Jadi dalam rangka mempercepat dan memperluas tes PCR, kami sedang lakukan penelitian untuk mengganti swab dengan Saliva," ujar dia dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia Sabtu (30/1/2021).

Dia menjelaskan, metode Saliva merupakan pengetesan spesimen Covid-19 yang dikembangkan menggunakan air liur. Metode ini berbeda dengan swab yang memerlukan cairan dari permukaan tonsil atau dinding posterior faring.

"Metode Saliva tidak memerlukan ekstraksi atau pemurnian dari asam nukleat atau RNA virus. Maka itu, hasil tes menggunakan metode ini diklaim lebih cepat dan nyaman ketimbang tes swab," katanya.

Dia juga berharap metode Saliva bisa segera diimplementasikan di Indonesia agar tingkat testing meningkat dengan biaya lebih murah dan nyaman.

"Kami pastikan sejumlah negara di dunia telah menggunakan teknik saliva," ujarnya.

Kemudian, kata dia, selain mempercepat testing, sebagai langkah untuk menangani Covid-19, pemerintah juga tengah mengembangkan tes kit untuk mengukur antibodi guna mendukung program vaksinasi. 

"Tes ini nantinya sekaligus akan mengecek apakah seseorang memerlukan suntik vaksin, terutama bagi penyintas Covid-19 yang pernah memperoleh donor plasma," tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut