Menkeu Waspadai Lelang Surat Utang yang Kurang Laku
JAKARTA, iNews.id – Minat investor untuk membeli surat utang pemerintah terus merosot. Dalam beberapa minggu terakhir, lelang Surat Utang Negara (SUN) kurang laku.
"Kami akan terus lihat saja. Kami akan waspada," kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4/2018).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berupaya agar kebutuhan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 tetap terpenuhi. Selain itu, dampak dari rendahnya serapan SUN seperti meningkatnya imbal hasil (yield) juga menjadi perhatian pemerintah.
"Tentu kami tetap harus menimbang dari sisi kemungkinan kenaikan biaya dari bunga utang. Kami akan perhatikan di dalam konteks belanja pada semester II ini," kata Menkeu.
Sebelumnya, pemerintah hanya menyerap dana Rp6,15 triliun dari lelang lima seri SUN untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan dalam APBN 2018 dengan total penawaran mencapai Rp17 triliun.
Dalam keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Selasa (24/4/2018), lelang itu tidak memenuhi target indikatif yang ditetapkan. Total penawaran itu tercatat merupakan yang terendah dari lelang SUN sejak Oktober 2016.
Kurang minatnya investor membuat yield surat utang pemerintah dengan tenor sepuluh tahun seri FR0064 hari ini menyentuh level 7,13 persen, naik dibandingkan posisi sebelumnya 6,99 persen. Kenaikan yield berarti harga surat utang pemerintah turun. Dampaknya, bunga yang dibayar akan lebih besar.
"Kami melihat bahwa proyeksi pembiayaannya masih akan cukup comfortable,” ujar Menkeu.
Selain itu, defisit APBN secara umum juga tetap terjaga meski tantangan negatif dari eksternal cukup kuat. Menkeu optimistis defisit anggaran tahun ini bisa lebih rendah dari 2,19 persen, sehingga kebutuhan pembiayaan yang harus dipenuhi bisa berkurang.
Editor: Rahmat Fiansyah