KEIN Bilang Infrastruktur Jokowi Tekan Inflasi Pangan
JAKARTA, iNews.id - Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menilai pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintahan Joko Widodo mendorong harga pangan stabil. Hal ini terlihat dari inflasi secara umum yang bertahan di kisaran 3 persen dalam empat tahun terakhir.
Wakil Ketua Umum KEIN Arif Budimanta menilai, kehadiran infrastruktur seperti jalan raya, tol, dan pelabuhan membuat mobilitas logistik pangan menjadi lebih lancar.
"Itu menurunkan cost kemudian akhirnya melakukan proses stabilisasi harga terhadap kecepatan dalam pengantaran barang," ujar Arif saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2018).
Menurut Arif, selama ini pengantaran pangan membutuhkan waktu yang lama karena infrastruktur tidak memadai. Hal tersebut membuat biaya pengantaran pangan menjadi mahal, sehingga berdampak pada kenaikan pangan di tingkat konsumen.
BI Prediksi Inflasi 2019 Terkendali 3,5 Persen
"Saya dulu sering mendengar keluhan petani dari Jawa Barat khususnya Sukabumi, ketika mereka mau mengantar barang ke Kramat Jati, macetnya luar biasa. Itu membutuhkan waktu yang lama dan cost yang sangat mahal. Dengan adanya infrastruktur, jalan tol yang sudah terjadi walaupun belum sepenuhnya itu sudah membantu percepatan," ucapnya.

Menurutnya, rata-rata inflasi bahan makanan sepanjang 2014-2018 sebesar 5,17 persen. Padahal, inflasi bahan makanan sepanjang 2009-2013 mencapai 8,04 persen. Dengan kata lain, inflasi bahan makanan turun hingga 36 persen.
Selain itu, kata Arif, harga beras juga terkendali sejak 2014 dengan kenaikan rata-rata hanya 5,2 persen per tahun. Sepanjang 2009-2013, kenaikan harga beras setiap tahun mencapai 8,5 persen.
"Data ini menunjukan bahwa pemerintah mampu menekan laju kenaikan harga, terutama sektor pangan. Ini tentunya menjadi cerminan dari komitmen yang kuat oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat," tuturnya.
Editor: Rahmat Fiansyah