Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zulhas Ungkap Perintah Prabowo: Harga Pangan Tak Naik jelang Ramadhan, kalau Bisa Turun
Advertisement . Scroll to see content

Kedapatan Timbun Pangan, Perusahaan Akan Masuk Daftar Hitam Kemendag

Selasa, 13 November 2018 - 16:00:00 WIB
Kedapatan Timbun Pangan, Perusahaan Akan Masuk Daftar Hitam Kemendag
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan dan harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Pasalnya, selama periode tersebut harga-harga barang trennya mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih menuturkan, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan menyusul potensi permainan oknum di pasar yang menyebabkan stok bahan pokok menipis dan harga menjadi mahal. Dia akan menindak tegas, oknum yang dengan sengaja membuat kepanikan sehingga masyarakat sulit memperoleh harga pangan yang terjangkau.

Karyanto melanjutkan, Kemendag akan mengawasi perusahaan-perusahaan besar dan tak menutup kemungkinan mencabut izin operasinya serta memasukkanya ke daftar hitam (black list) jika kedapatan mempermainkan pasar pangan. Penindakan yang akan disasar Kemendag, yakni penimbunan yang membuat harga pangan menjadi mahal.

"Penimbunan bisa ada hukumnya, bahkan bisa dipidana, dari sisi Kemendag akan dicabut izinnya, bukan cuma dicabut tapi juga di-black list," kata Karyanto saat menggelar diskusi bersama media di Hotel Artotel, Selasa (13/11/2018).

Dia memastikan, ketika perusahaan sudah masuk ke dalam daftar hitam, pelaku tidak dapat lagi membuka usaha di bidang yang sama. Pihaknya juga menyatakan, daftar tersebut akan masuk sistem yang sudah terintegrasi sehingga catatan kejahatannya tak bisa hilang.

Selain itu, Kemendag juga telah membuat jadwal untuk menyebar staf-staf ahlinya ke seluruh daerah di Indonesia, guna mengawasi kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok tercukupi.

"Kami semua dari Kemendag sudah menyiapkan jadwal, mungkin dalam waktu dekat kita akan disebar ke seluruh Indonesia, semuanya," kata Karyanto.

Untuk menunjukkan keseriusannya dalam mengantisipasi kenaikan harga, Kemendag akan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawasi peredaran barang di pasar. "Kami kerja sama (dengan TNI), kalau tidak salah sebulan yang lalu kita sudah mengadakan MoU dengan panglima TNI, supaya tidak main-mainlah pelaku usaha," tutur Karyanto.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek ketersediaan pangan. Salah satu sidak tersebut dengan meninjau stok beras Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang merupakan barometer stok beras nasional.

Berdasarkan pantauan langsung bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, Amran memastikan ketersediaan beras mencukupi dan harga terkendali.

"Kita mengecek pangan di lapangan mulai jam 5 subuh tadi. Alhamdulillah semua posisi stabil. Tidak ada alasan (harga naik). Maaf jangan lagi dibawa ke ranah politik. Ini pangan kita stabil harga ayam hanya Rp27.000 per kg, telur Rp22.000 per kg, kami cek langsung dengan tim lengkap," ujar Amran di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut