Inflasi Oktober 0,01% Disumbang dari Cabai Merah dan Beras
JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi untuk bulan Oktober sebesar 0,01%. Inflasi yang kecil itu imbas kenaikan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, dua faktor utama penyebab inflasi adalah kenaikan harga dua bahan pokok. "Inflasi ini dipengaruhi cabai merah dan beras," kata Kecuk di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/11/2017).
Dia menjabarkan, indeks kelompok pengeluaran yang memengaruhi inflasi Oktober untuk kelompok makanan jadi antara lain minuman, rokok, dan tembakau dengan naik 0,16%.
Sementara untuk kelompok perumahan, inflasi disumbang dari air, listrik, gas, dan bahan bakar yang naik 1,8%. Kelompok kesehatan naik sebesar 0,21%, kelompok pendidikan, rekreasi, serta olaharga naik 0,16%.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,45% dan kelompok transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan 0,13%.
BPS juga melaporkan Indeks Harga Konsume (IHK) dilakukan di 82 kota. 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota justru deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,05%.
Cilegon dan Surakarta menjadi kota yang inflasinya rendah dengan masing-masing 0,01% atau IHK 124,65 dan 136,75. Sementara, Palu menjadi kota deflasi tertinggi dengan level 1,31% dan terendah di Palopo sebesar 127,47 berdasarkan IHK.
Kecuk berharap inflasi sebesar ini bisa dipertahankan dan berlanjut. "Ini kondisi yang bagus dan kalau bisa tahun berikutnya bisa bertahan seperti ini," ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk