Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komitmen Keberlanjutan, Nestlé Indonesia Turunkan Emisi Karbon hingga 20,38 Persen di 2024
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Siap Kurangi Emisi Karbon Hingga 50 Persen, Menko Luhut: Syaratnya Ada Dukungan Internasional

Rabu, 03 November 2021 - 08:51:00 WIB
Indonesia Siap Kurangi Emisi Karbon Hingga 50 Persen, Menko Luhut: Syaratnya Ada Dukungan Internasional
Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi (Marinvest), Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan Indonesia siap mengurangi emisi karbon hingga 50 persen. Hal itu, berlaku dengan syarat ada dukungan internasional. 

Pernyataan tersebut, disampaikan Menko Luhut, dalam pidato resmi pertemuan sesi Ministerial Talks KTT COP26, di Glasgow, Skotlandia, pada Senin (1/11/2021).

“Indonesia telah siap mengurangi emisi karbon antara 41-50 persen, dengan syarat adanya dukungan internasional yang cukup. Dan pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat tindakan-tindakan adaptif serta program konservasi mangrove dan gambut,” kata Menko Luhut, dalam keterangan yang dikutip Rabu (3/11/2021).

Menurut dia, setiap negara perlu menetaokan target mitigasi yang lebih ambisius dalam mengurangi emisi karbon serta beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. 

“Dan ini adalah tantangan baru bagi negara-negara pihak, yang itu berada diluar tanggung jawabnya, demi memenuhi NDC (kontribusi nasional, Red) yang menjadi komitmen ke UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa),” ujar Menko Luhut.

Dia menjelaskan, dengan kondisi yang ada saat ini, NDC dari negara-negara yang mendukung UNFCC diyakini kurang mampu untuk menahan laju pemanasan global bahkan hingga melebihi 2 derajat celcius.

“Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa pelaksanaan Perjanjian Paris perlu dipercepat, perlunya upaya-upaya intensif serta investasi pada ekonomi rendah karbon berkelanjutan,” tutur Menko Luhut.

Dia menyebutkan pemerintah Indonesia telah memperbarui target NDC  untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Menko Luhut juga telah membahas strategi pembangunan rendah emisi jangka panjang Indonesia kepada UNFCCC. 

“Ke depan, ini akan memungkinkan Indonesia mencapai puncak emisi gas rumah kacanya pada tahun 2030 dan dengan cepat mengurangi tingkat emisinya untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau sebelumnya,” kata Menko Luhut.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut