Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Basuki Bocorkan Sosok Penerusnya di PUPR, Siapa Dia?
Advertisement . Scroll to see content

Hadapi Musim Penghujan 2020/2021, Ditjen SDA Siapkan Pengendalian Banjir di Seluruh Wilayah Indonesia

Senin, 23 November 2020 - 17:24:00 WIB
Hadapi Musim Penghujan 2020/2021, Ditjen SDA Siapkan Pengendalian Banjir di Seluruh Wilayah Indonesia
Dirjen SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko. (Foto: Dok Kementerian PUPR)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) tengah mempersiapkan berbagai kebijakan dan program dalam menghadapi musim hujan 2020/2021. Pihaknya akan terus melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di seluruh pelosok negeri.

Hal tersebut menyusul informasi dari BMKG terkait perkiraan kondisi cuaca ekstrim dan dampak la nina yang akan terjadi. Berdasarkan hasil perkiraan tersebut, warga yang berada di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua harus bersiaga.

"Kalau kesiapan, kami sudah siap. Informasi ini kami sampaikan kepada 37 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/Balai Wilayah Sungai (BWS) yang tersebar di Indonesia agar berjaga secara maksimal," kata Dirjen SDA Jarot Widyoko dalam kunjungan lapangan Bendungan Ciawi (Cipayung), Bogor, Jawa Barat pada Rabu (11/11/2020).

Pada kondisi tersebut, sifat hujan diperkirakan akan terjadi di atas normal serta yang paling ekstrem meningkat hingga 200 persen. Hal itu terjadi di wilayah penanganan BWS Sumatra V, BBWS Mesuji Sekampung, BBWSCC, BBWS Brantas, BBWS Sulawesi III, BWS Maluku serta BWS Papua Barat.

Sementara itu, terkait upaya penanganan banjir, Jarot menjelaskan bahwa saat ini tersedia sandbag sebanyak 327.963 buah, geobag sebanyak 15.902 buah, serta kawat bronjong sebanyak 65.274 buah. Tak hanya itu, tersedia pula 102 unit dump truck, 13 unit mobil pick up, 13 unit truck trailer, 138 unit excavator, 49 unit amphibious excavator, 51 unit mobile pump, 60 unit perahu karet, dan 18 unit mesin outboard yang terbagi di seluruh BBWS dan BWS.

Adapun jumlah fasilitas-fasilitas tersebut belum termasuk dengan peralatan dan bahan banjiran yang tersedia di instansi lain pada masing-masing wilayah kerja BBWS dan BWS. Selain itu, pihaknya juga turut menyiapkan informasi prakiraan hujan untuk 10 hari ke depan.

"Itu agar bisa mengatur muka air waduk penampung air untuk pengendalian banjir, meski demikian, kehadiran bendungan tersebut tidak serta merta menghilangkan banjir di berbagai wilayah, kami hanya bisa meminimalisirnya agar dampaknya tidak terlalu besar," ujar Jarot.

Seperti diketahui, jumlah bendungan di Indonesia hingga saat ini mencapai 242 bendungan. Adapun 202 bendungan di antaranya dikelola oleh Kementerian PUPR, sementara 40 bendungan lainnya dikelola oleh non-Kementerian PUPR. Jarot mengungkapkan, sejumlah langkah rencana jangka menengah dan panjang di 2021/2024, pun telah disiapkan.

Terkait program kesiapsiagaan pada 2021, di antaranya adalah pengendalian banjir di Jabodetabekjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, dan Cianjur). Kemudian, pengendalian banjir di kawasan pariwisata nasional (Danau Toba, kawasan NYIA, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang).

Tak hanya itu, terdapat juga program pengendalian banjir di kawasan industri (Bontang dan Subang), Papua dan wilayah perbatasan negara. Kemudian, telah dipersiapkan pula rencana pengendalian pascabencana di Sumatra Barat, Luwu Utara, Konawa, Ambon, Siberani dan Sorong.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut