Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Harga Pangan 16 Januari 2026: Beras hingga Cabai-Bawang Turun, Daging Sapi Naik
Advertisement . Scroll to see content

Ekonomi Masyarakat Turun, Riset Pangan Diperlukan di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 10 Juli 2020 - 00:27:00 WIB
Ekonomi Masyarakat Turun, Riset Pangan Diperlukan di Tengah Pandemi Covid-19
Di tengah pandemi Covid-19, perhatian pemerintah tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi tapi juga kesehatan masyarakat. (Foto: DN/Istiemewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Di tengah pandemi Covid-19, perhatian pemerintah tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi tapi juga kesehatan masyarakat. Ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyikapi situasi kondisi pandemi.

Menurunnya ekonomi keluarga dan tantangan baru dalam mengakses fasilitas kesehatan, terutama anak-anak. Mereka tidak hanya rentan terhadap penyakit infeksi, tetapi juga terancam menderita malnutrisi yang dapat menyebabkan stunting sehingga rawan terkena Covid-19.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengemukakan stunting merupakan isu yang prioritas dalam pembangunan nasional karena dapat menjadi muara dari permasalahan pembangunan yang ada, terutama jika menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Masalah sumber daya manusia bukan hanya masalah pendidikan. Tanpa kesehatan dasar yang baik sejak kecil, seorang anak tidak akan bisa bersekolah dan berprestasi baik dalam pendidikan. Riset dan inovasi seperti teknologi pengolahan pangan sangat penting dan harus bisa mendorong pangan yang mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Bambang, dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

Untuk mendukung pencegahan stunting di masa pandemi, swasta ikut turun tangan. Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia menjajaki kolaborasi riset dan inovasi bersama LIPI dalam Forum Diskusi Kolaborasi Penelitian dan Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi produksi 5.000 produk Probarz dan 4.000 produk Aitamie yang diproduksi dan didistribusikan untuk dukung gizi anak terdampak pandemi.

“Kami menyambut baik kerjasama yang telah berjalan bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia. Sejak lama, kami juga telah berkomitmen mendukung penanganan stunting berbasis pengembangan produk sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masyarakat. Probarz dan Aitamie, salah satunya, dikembangkan untuk menyesuaikan rasa yang diminati anak-anak dengan kandungan nutrisi yang memadai,” kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko.

CEO Danone SN Indonesia Connie Ang mengatakan, pihaknyansangat senang dapat menjadi salah satu mitra pemerintah dalam penanggulangan stunting selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Komitmen kami pada penelitian dan teknologi dapat terlihat dari dibangunnya Danone Nutricia Research Sarihusada R&I Center di Pabrik Sarihusada di Yogyakarta, studi Nutriplanet, hingga kerja sama bersama LIPI baru-baru ini. Kami siap untuk membicarakan lebuh lanjut kolaborasi riset dan teknologi untuk masa mendatang bersama LIPI maupun lembaga pemerintah terkait,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut