Diisukan Bakal Diganti, Dirut Bulog Cuma Pasrah
JAKARTA, iNews.id - Djarot Kusumayakti dikabarkan akan dilengserkan dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog). Kabar ini santer terdengar karena Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menyiapkan Surat Keputusan (SK) pemberhentiannya.
Isu tersebut makin disorot karena Djarot sejak pagi ini memenuhi panggilan Rini. Saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Djarot masih belum mau berkomentar banyak terkait isu pemberhentiannya.
Dia juga mengaku pasrah jika keputusan itu memang yang terbaik bagi semuanya. “Ya namanya anak buah, apa pun keputusannya pasti di atas (Kementerian BUMN) sudah berpikir yang terbaik,” kata Djarot, Senin (23/4/2018).
Meski akan dilengserkan, Djarot memastikan SK pemberhentiannya belum diterimanya sampai sekarang. Tampaknya, Menteri BUMN masih menunda waktu yang tepat sembari menentukan calon pengganti terbaik untuk Perum Bulog.
"Cuma nunggu kepastian. Masih belum ada yang bisa yang bisa disampaikan. Tadi dikasih tahu Rabu," ucapnya.
Perubahan struktur jabatan perseroan biasanya terlebih dahulu diadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ternyata, kegiatan RUPSLB tersebut telah dihelat pada Jumat lalu 20 April 2018 bersamaan dengan RUPSLB PT Pertamina (Persero) Tbk.
"Sudah kemarin (Pada hari Jumat RUPSLB)," kata Djarot yang masih tersenyum menjawab pertanyaan rekan media.
Berdasarkan isu yang beredar, pengganti Djarot memang telah disiapkan oleh Menteri BUMN. Nama Budi Waseso (Buwas) yang merupakan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menahkodai institusi yang menjadi buffer stock kebutuhan bahan pokok nasional tersebut.
Saat dikonfirmasi, Djarot juga belum bertemu secara khusus dengan Buwas. "Belum (ketemu Buwas)," katanya.
Mengenai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bulog, Djarot enggan menjelaskan secara detail dan rinci. "Biasa-biasa saja sama kayak yang sudah dirancang sebelumnya," ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk