Antisipasi Antrean Pemudik di Tol, Kuota Uang Elektronik Ditambah
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong peningkatan kuota saldo uang elektronik guna memaksimalkan pembayaran nontunai di jalan tol saat mengahadapi mudik Lebaran. Pasalnya, saat ini gerbang tol sudah 100 persen menerapkan pembayaran nontunai.
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiyadi mengatakan, saat ini uang elektronik sudah ditingkatkan kapasitas pengisiannya menjadi Rp2 juta. Oleh karenanya, setiap outlet perlu mempersiapkan saldo yang mumpuni supaya bisa melayani setiap pemudik yang ingin mengisi saldo uang elektronik.
"Sekarang yang bisa diisi kami tingkatkan Rp2 juta. Tapi problemnya kuota masing-masing outlet itu perlu ditambah, kalau tidak yang bisa dilayani sedikit," ujarnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).
Untuk itu, pihaknya akan berdiskusi dengan Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan kuota setiap outlet dan menyediakan tempat pengisian saldo kartu uang elektronik di rest area. Selain itu, perbankan juga akan membantu dengan menyediakan 150.000 kartu uang elektroik baru untuk mengantisipasi masa mudik Lebaran.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna ikut membantu meningkatkan layanan operasi dengan menambah jumlah gardu di setiap gerbang tol. "Untuk mengantisipasi antrean nanti akan diaplikasikan mobile reader 120, ini akan dievaluasi juga kalau masih dibutuhkan akan ditambah," kata dia.
Arie mengingatkan para pemudik untuk mengisi ulang saldo uang elektroniknya dari jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Sebab, dikhawatirkan karena bayaknya permintaan pengisian dapat membuat ketersediaan saldo isi ulang tidak mencukupi.
"Kami sarankan top up jauh-jauh hari dari sebelum hari mudik karena kami takut walupun kita akan berkoordinasi dengan BI, cukup kesulitan dalam top up," tuturnya.
"Mau ingatkan juga, kita kan sekarang sudah hampir 100 persen pakai uang nontunai, cashless dan itu sangat membantu. Namun demikian, harus ada kedisiplinan top up-nya di mana," kata dia.
Sebagai informasi, BI mencatat transaksi elektronik di jalan tol meningkat pesat. Per Januari 2018 terdapat transaksi Rp112,6 miliar per harinya atau mengalami menaikan dibanding pada Desember 2017 yang hanya sebesar Rp63,1 miliar.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Wijanarko mengatakan, kenaikan ini disebabkan oleh pemerintah yang mewajibkan penerapan pembayaran nontunai di seluruh gerbang tol di Indonesia.
"Ini data Januari, data terakhir itu naik 400 persen. Peningkatan rata-rata size diikuti penurunan floating fund mengindikasikan peningkatan kebutuhan likuiditas," katanya.
Editor: Ranto Rajagukguk