Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bareskrim Bongkar Indikasi Fraud dalam Kasus Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia  
Advertisement . Scroll to see content

Wall Street Ditutup Menguat, Investor Lega AS Terhindar Gagal Bayar Utang

Sabtu, 03 Juni 2023 - 08:31:00 WIB
Wall Street Ditutup Menguat, Investor Lega AS Terhindar Gagal Bayar Utang
Lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE) atau dikenal dengan sebutan Wall Street. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/6/2023) waktu setempat, atau Sabtu (3/6/2023) dini hari WIB. Penguatan Wall Street dipicu reaksi positif investor yang lega Amerika Serikat terhindar dari gagal bayar utang. 

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 701,19 poin, atau 2,12 persen menjadi 33.762,76, S&P 500 (.SPX) naik 61,35 poin atau 1,45 persen ke level 4.282,37. 

Sementara Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 139,78 poin atau 1,07 persen menjadi 13.240,77. Sepanjang minggu ini, S&P 500 naik 1,82 persen, Dow Jones bertambah 2,02 persen dan Nasdaq naik 2,04 persen.

Indeks Nasdaq (.IXIC) melonjak ke tertinggi intraday 13 bulan dan membukukan kenaikan enam minggu berturut-turut yang menandai kemenangan beruntun terbaiknya sejak Januari 2020.

Wall Street juga menguat karena sambutan positif investor atas keputusan kongres AS yang mengesahkan undang-undang untuk mengangkat pagu utang pemerintah sebesar 31,4 triliun, sehingga AS terhindar dari gagal bayar utang. 

Pemungutan suara meredakan kekhawatiran investor karena pengukur ketakutan Wall Street, indeks volatilitas CBOE (.VIX), turun ke level terendah sejak November 2021, turun 1,1 poin menjadi 14,6 poin.

Volume di bursa AS adalah 11,05 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata sekitar 10,58 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Saham Verizon Communications Inc (VZ.N), AT&T Inc (T.N) dan T-Mobile US Inc (TMUS.O) menurun setelah sebuah laporan mengatakan Amazon.com Inc (AMZN.O) sedang dalam pembicaraan dengan telekomunikasi AS untuk menawarkan layanan nirkabel berbiaya rendah untuk anggota Perdananya.

Verizon turun 3,2 persen, sementara AT&T dan T-Mobile masing-masing turun 3,8 persen dan 5,6 persen, dan Amazon naik 1,2 persen.

Semua 11 sektor S&P 500 naik, dengan indeks material (.SPLRCM) memimpin, naik 3,4 persen, dan sektor pilihan konsumen (.SPLRCD), menampung Amazon, berada di belakangnya, naik 2,2 persen.

Nvidia Corp (NVDA.O) turun 1,1 persen untuk penurunan hari kedua setelah masuk sebentar pada hari Rabu klub elit saham megacap senilai USD1 triliun atau lebih di tengah harapan kecerdasan buatan akan memberikan pengembalian yang signifikan di masa depan.

Tetapi kenaikan Nvidia yang hampir 170 persen dari tahun ke tahun menyoroti wajah investor dari pasar yang didominasi oleh kinerja megacaps yang luar biasa sementara sebagian besar perusahaan lain menginjak air.

"Tidak ada yang benar-benar menjelaskan kepada saya bagaimana mereka akan menghasilkan uang dari itu. Perusahaan seperti Nvidia naik begitu banyak dalam waktu singkat, itu tidak masuk akal," kata Michael Landsberg, kepala investasi di Landsberg Bennett Private Wealth Management di Punta Gorda, Florida. 

Masalah yang maju melebihi jumlah yang menurun di NYSE dengan rasio 4,75 banding 1; di Nasdaq, rasio 2,73 banding 1 disukai para pemain maju.

S&P 500 membukukan 15 tertinggi baru dalam 52 minggu dan dua terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 74 tertinggi baru dan 40 terendah baru.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut