Wall Street Dibuka Menghijau, Indeks S&P Naik 0,3 Persen
JAKARTA, iNews.id - Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street diperdagangkan ke teritori positif seiring penantian pelaku pasar tentang kelanjutan negosiasi dagang antara AS dengan China. Rencananya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 pada akhir pekan ini.
Mengutip CNBC, Kamis (27/6/2019), indeks S&P 500 naik 0,3 persen didukung penguatan sektor keuangan dan real estate. Indeks Nasdaq Composite naik 0,6 persen, sementara indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21 poin.
Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di KTT G-20 di Osaka, Jepang pada Sabtu. Kedua pemimpin diharapkan membahas kelanjutan perdagangan. Pasalnya, investor mengharapkan kedua negara bisa mencapai kesepakatan.
Tiongkok dan AS telah perang dagang selama lebih dari setahun. AS telah mengenakan tarif lebih dari 250 miliar dolar AS untuk barang-barang Tiongkok. China juga membalas hal serupa untuk barang-barang asal AS. Kesepakatan antara Trump dan Xi pada KTT G-20 di Jepang akan mencegah putaran tarif selanjutnya untuk tambahan impor Tiongkok senilai 300 miliar dolar AS.
“Kami secara konsisten mengulangi bahwa reli pada saham ke level tertinggi baru pada dasarnya didorong oleh harapan penurunan suku bunga Fed dan gencatan senjata perdagangan AS-China. The Fed umumnya memenuhi harapan,” kata Tom Essaye, pendiri The Sevens Report. "Sekarang saatnya bagi Trump dan Xi untuk bertemu dan menentukan langkah selanjutnya dalam konflik perdagangan."
Xi berharap Trump memenuhi persyaratan yang diinginkan China sebelum Beijing bersedia menyelesaikan pertikaian perdagangan antara kedua negara.
Saham Walgreens naik 3,7 persen setelah operator farmasi melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Saham Boeing turun 2,6 persen setelah Federal Aviation Administration mengatakan, telah menemukan masalah 737 Max yang harus diatasi oleh pabrikan sebelum status grounded dicabut.
Saham Travelers turun 0,4 persen setelah seorang analis di Deutsche Bank menurunkan peringkat saham perusahaan tersebut menjadi layak jual.
Sementara di sisi ekonomi, Departemen Perdagangan mengatakan, ekonomi AS tumbuh pada tingkat yang solid sebesar 3,1 persen pada kuartal pertama. Tetapi beberapa komponen seperti belanja konsumen dan investasi bisnis tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Editor: Ranto Rajagukguk