Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Level Rp16.754 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Harap Makin Banyak Eksportir Tukar Dolar AS ke Rupiah

Rabu, 03 Oktober 2018 - 15:25:00 WIB
Sri Mulyani Harap Makin Banyak Eksportir Tukar Dolar AS ke Rupiah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau pelaku eksportir meniru langkah PT Adaro Energy (Tbk) yang telah berinisiatif mengonversikan devisa hasil eskpor (DHE) ke rupiah.

"Saya yakin Indonesia banyak eksportir besar bisa melakukan langkah yang sama seperti PT Adaro ini," imbaunya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Wanita yang pernah menjabat sebagai direktur pelaksana Bank Dunia ini juga mengungkapkan, pelaku usaha kerap berkomunikasi dengan pemerintah untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah serta menambah pasokan cadangan devisa (cadev).

"Kami berkomunikasi dengan dunia usaha, dunia usaha berkomunikasi dengan kami sehingga bagaimana situasi ini bisa kita hadapi dan sesuaikan. Kalau tadi disampaikan 1,7 bilion itu berarti nilainya sangat besar untuk satu perusahaan saja," katanya.

Selain itu, untuk menjaga agar perekonomian tetap stabil, pemerintah berusaha menjaga asumsi pertumbuhan ekonomi serta inflasi. Pasalnya, dengan kondisi dinamika global yang tak menentu bahkan terus meningkat membuat negara-negara harus menyiapkan strategi.

"Untuk menjaga ekonomi secara bersama-sama yaitu kita tetap mau menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen, inflasi kita dijaga sekitar 3 persen dan juga dari sisi APBN kita tetap terjaga kredibel dan hati-hati. Maka kita perlu bersama-sama untuk menjaga bagaimana dampak dinamika global terhadap perekonomian dalam negeri," ujarnya.

Sebagai informasi, perusahaan batu bara, Adaro menukar DHE untuk memperkuat kurs rupiah yang tertekan terhadap dolar AS. Adapun, nilainya mencapai 1,7 miliar dolar AS atau setara Rp25,5 triliun (kurs Rp15.000)

Adaro menggandeng tiga mitranya yaitu PT SaptaIndra Sejati/SIS (anak usaha Adaro), PT Pama Persada Nusantara/PAMA (anak usaha PT United Tractors Tbk), dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama/BUMA (anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk

"Nilainya cukup signifikan, kurang lebih setahun kita melakukan pembayaran kepada mitra-mitra utama kami sebesar 1,7 miliar dolar AS, dan itu kalau kita convert ke rupiah sebesar Rp25 triliun," kata Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut