Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Khamenei Tolak Pengawalan Khusus saat Terbunuh dalam Serangan AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Tertekan di Perang AS-Israel vs Iran, Ditutup di Rp16.872

Selasa, 03 Maret 2026 - 16:33:00 WIB
Rupiah Tertekan di Perang AS-Israel vs Iran, Ditutup di Rp16.872
Ilustrasi rupiah keok terhadap dolar AS pada Rabu (3/3/2026). (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Selasa (3/3/2026). Rupiah turun 4 poin atau sekitar 0,02 persen ke level Rp16.872 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas pada hari Senin dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

“Kapal tanker dan kapal kontainer juga menghindari jalur air tersebut karena perusahaan asuransi telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal-kapal tersebut, sementara tarif pengiriman minyak dan gas global telah melonjak,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah media Iran melaporkan pada hari Senin bahwa seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan Iran akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya. Sekitar 20 persen minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Senin bahwa perang AS dan Israel melawan Iran mungkin membutuhkan "beberapa waktu" tetapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun. Para analis memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi dalam beberapa hari mendatang sementara pasar fokus pada dampak meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut