Renovasi Jalan Terus, Kuli Bangunan Serbu BRILink untuk Transaksi Cepat
BABELAN, iNews.id – Agen BRILink Pondok Permata Babelan menjelma andalan kuli bangunan untuk tarik tunai dan transfer uang di tengah padatnya aktivitas renovasi rumah di kawasan tersebut.
Salah satu pengguna layanan itu Pak Budi, pekerja bangunan asal Kuningan, Jawa Barat. Dia bersama tiga rekannya mendapat kepercayaan merenovasi rumah warga Pondok Permata Babelan dengan sistem borongan.
Skema kerja borongan membuat pencairan dana dilakukan bertahap sesuai progres pekerjaan. Kondisi itu menuntut akses transaksi cepat tanpa harus meninggalkan lokasi proyek terlalu lama.
Jarak mesin ATM yang cukup jauh membuat Pak Budi memilih BRILink sebagai solusi. Dia menilai layanan tarik tunai di agen jauh lebih praktis saat pekerjaan sedang menumpuk.
“Kadang ribet kalau lagi banyak kerjaan ditinggal ke ATM, jadi saya tarik tunai di sini saja. Membantu banget sih,” kata Budi.

Mas Rey, penjaga kios BRILink di Pondok Permata Babelan, membenarkan banyak kuli bangunan mengandalkan layanannya. Aktivitas renovasi rumah di perumahan tersebut membuat transaksi tunai terus mengalir setiap hari.
“Ini kan perumahan subsidi. Jadi banyak yang renovasi sebelum ditempati. Tukang yang bekerja biasa tarik tunai di sini,” ujar Mas Rey.
Jam operasional panjang menjadi keunggulan utama. Mas Rey membuka layanan sejak pagi hingga malam agar pekerja dan warga sekitar bisa bertransaksi kapan saja.
“Buka dari jam 7 pagi sampai set 10 malam,” kata Mas Rey.
Layanan yang tersedia mencakup transfer antar rekening BRI, transfer ke bank lain, pembayaran PAM, listrik, pembelian token dan pulsa, serta pembayaran WiFi melalui QRIS.
“Transfer bank BRI bisa juga ke Bank lain. Kemudian bisa juga bayar PAM. Bayar listrik, beli token sama pulsa. Trus juga bayar wifi pake QRIS juga bisa,” ujarnya.
Mas Rey menyebut transaksi yang paling sering dilakukan berasal dari kebutuhan dasar pekerja dan warga. Tarik tunai, transfer uang, serta pembayaran WiFi mendominasi setiap hari.
“Kebanyakan di sini transaksi transfer, tarik tunai dan bayar wifi,” ucapnya.
Volume transaksi tetap tinggi. Dalam kondisi normal, kios BRILink Pondok Permata mampu melayani puluhan orang per hari dari berbagai latar belakang pekerjaan.
“Sehari bisa 50-60 nasabah,” kata Mas Rey.
Program BRILink dari Bank Rakyat Indonesia dirancang mendekatkan layanan keuangan ke masyarakat hingga lingkungan perumahan. Keberadaan agen di Pondok Permata Babelan memperlihatkan fungsi nyata layanan tersebut bagi pekerja sektor informal.
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menilai BRILink Agen berperan sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
“BRILink Agen menjadi salah satu strategi BRI dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendekatkan layanan transaksi kepada masyarakat. Melalui jaringan ini, masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi dengan lebih cepat, mudah, dan dekat dari tempat tinggal. Di sisi lain, BRILink Agen juga membuka peluang usaha tambahan bagi UMKM, termasuk pemilik pangkalan gas, serta menjadi katalis bagi perputaran ekonomi di lingkungan sekitar,” ungkap Akhmad.
Hingga akhir Maret 2026, jaringan BRILink telah menembus lebih dari 1,18 juta agen di 66.450 desa atau melampaui 80 persen total desa di Indonesia. Pada periode sama, layanan ini mencatat lebih dari 252 juta transaksi dengan total sales volume Rp420 triliun.
Keberadaan Agen BRILink Pondok Permata Babelan memperlihatkan peran strategis layanan keuangan mikro. Di tengah keterbatasan akses ATM, pekerja bangunan dan warga tetap bisa menjaga kelancaran aktivitas ekonomi harian.
Editor: Reynaldi Hermawan