Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puing Berganti Pakcoy, BRI Dampingi Taman Urban Farming Dahlia Tebar Manfaat ke Warga
Advertisement . Scroll to see content

QRIS BRI Ubah Permainan Pedagang Ketoprak, Dari Uang Tunai ke Scan Sekejap

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:47:00 WIB
QRIS BRI Ubah Permainan Pedagang Ketoprak, Dari Uang Tunai ke Scan Sekejap
QRIS BRI mengakselerasi usaha ketoprak Gondangdia lewat transaksi cepat (Foto: Reynaldi Hermawan/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI langsung mengubah ritme usaha Rachmat, pedagang ketoprak di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, dengan transaksi serba cepat di tengah dominasi pelanggan perkantoran.

Rachmat, 30 tahun, perantau asal Cirebon, Jawa Barat, memulai hidup di Jakarta sejak 2010 selepas lulus SMA. Dia bertahan dari pekerjaan serabutan hingga mengamen di bus kota, situasi yang membuat penghasilan tak stabil dan penuh tekanan.

Perubahan arah terjadi saat dia bertemu teman sekampung yang berjualan ketoprak. Dari pertemuan itu, dia memilih belajar mengolah ketoprak dan meninggalkan jalanan demi usaha mandiri.

“Susah banget jadi pengamen di Jakarta. Dapetnya sedikit tapi haris setoran sama yang punya kawasan. Jadi saya mulai belajar ngolah ketoprak,” ujarnya kepada iNews.id.

Langkah konkret diambil pada 2020. Rachmat membuka lapak ketoprak di sekitar Stasiun Gondangdia dan memperkuat modal lewat Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia.

“Awalnya saya minjam 15 juta, tapi di acc 10jt saja. Tapi itu sudah lumayan buat tambahan belanja,” kata dia.

Persaingan pedagang di Gondangdia berlangsung ketat. Konsistensi rasa dan posisi strategis menjaga arus pembeli.

“Alhamdulillah sehari bisa 60 porsi. Cukuplah buat saya,” ucapnya.

Dari Pengamen ke Pengusaha Ketoprak, KUR BRI Jadi Penyelamat Rachmat (Foto: Reynaldi Hermawan/iNews.id)

QRIS BRI Percepat Antrean dan Rapikan Pencatatan

Percepatan signifikan muncul saat Rachmat menempelkan QRIS BRI di gerobaknya. Lingkungan perkantoran membuat pembayaran non-tunai jadi pilihan utama, sekaligus memangkas antrean saat jam sibuk.

"Enak mas QRIS tinggal scan aja kan. Saya sendirian jagain dagangan. Jadi mereka bayar, saya bisa sambil bikin ketoprak kalau lagi ramai," kata dia.

Dampak QRIS BRI terasa hingga ke pengelolaan pemasukan. Pencatatan otomatis melalui layanan BRIMerchant memudahkan pemantauan transaksi harian.

“Lebih praktis sih jadi nggak perlu repot mencatat lagi,” ucapnya.

Transformasi ini sejalan dengan strategi BRI memperluas ekosistem pembayaran non-tunai. Direktur Information Technology BRI Saladin D. Effendi menilai pengembangan QRIS krusial untuk masyarakat urban.

“Dengan QRIS, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.

Kinerja digital BRI menunjukkan tren positif. Sepanjang Triwulan I 2026, BRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan, sebagaimana disampaikan melalui unggahan resmi Instagram perseroan pada 17 Mei 2026.

Pada super apps BRImo, jumlah pengguna mencapai 47,8 juta atau naik 18,6 persen secara tahunan. Volume transaksi BRImo melonjak ke Rp2.042,2 triliun dengan pertumbuhan 29,4 persen year on year.

Platform korporasi digital QLola by BRI mencatat 320,4 ribu pengguna atau tumbuh 33,1 persen. Nilai transaksinya menembus Rp4.462 triliun atau meningkat 53,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor merchant, BRI memiliki 323,7 ribu pengguna layanan digital dengan total volume transaksi Rp67,9 triliun atau tumbuh 26,5 persen secara tahunan. QRIS BRI menjadi pendorong utama dengan volume transaksi Rp30,5 triliun atau melonjak 76 persen dan jumlah transaksi melampaui 253 miliar atau naik 86,7 persen.

Lonjakan tersebut menegaskan peran QRIS BRI dalam menopang aktivitas ekonomi harian, dari pedagang kaki lima seperti Rachmat hingga pelaku usaha skala besar.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut