Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Batagor Gondangdia Kebanjiran Pembeli, QRIS BRI Jadi Senjata Layani Antrean
Advertisement . Scroll to see content

QRIS BRI Ubah Nasib Pedagang Mie Ayam Gondangdia, Laci Tunai Pernah Kosong Seharian

Senin, 25 Mei 2026 - 15:02:00 WIB
QRIS BRI Ubah Nasib Pedagang Mie Ayam Gondangdia, Laci Tunai Pernah Kosong Seharian
QRIS BRI membuat pedagang mie ayam Gondangdia melayani pembeli tanpa uang tunai, transaksi cepat, praktis, dan makin diminati. (Foto: Reynaldi Hermawan/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI mengubah pola transaksi pedagang mie ayam di sekitar Stasiun Gondangdia, Rusmiati, yang kini melayani pembeli lebih cepat tanpa bergantung uang tunai.

Rusmiati berdagang mie ayam di sisi trotoar dekat Stasiun Gondangdia dengan gerobak sederhana. Dia sudah menekuni usaha ini sekitar 10 tahun dan mematok harga Rp15.000 per porsi untuk setiap mangkuk mie ayam racikannya.

Dalam satu hari kerja, dagangan Rusmiati bisa habis hingga 50 mangkuk. Mayoritas pembeli berasal dari pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan stasiun, terutama saat jam makan siang.

Seiring padatnya pembeli, Rusmiati memutuskan menggunakan QRIS BRI dan menempelkan barcode pembayaran di gerobaknya. Keputusan itu diambil setelah dia melihat pedagang lain mulai beralih ke transaksi digital.

Awalnya Rusmiati hanya mengenal layanan perbankan konvensional sebagai nasabah Bank Rakyat Indonesia. Namun kemudahan pembayaran digital membuatnya tertarik mengadopsi QRIS untuk mempercepat proses transaksi.

“Tak pernah terpikir oleh saya awalnya ada teknologi seperti ini (QRIS). Sekarang semua mudah,” ujarnya kepada iNews.id.

Sejak menggunakan QRIS, Rusmiati mengaku tidak lagi kerepotan menyiapkan uang kembalian. Dia bahkan pernah mengalami satu hari penuh tanpa transaksi tunai karena seluruh pembeli memilih membayar lewat QRIS.

“Pernah satu hari laci saya ini kosong, semua pembeli pakai QRIS dari pagi sampai sore,” ucapnya.

Pengalaman serupa dirasakan pembeli. Rina, salah satu pelanggan, mengaku lebih nyaman bertransaksi menggunakan QRIS karena dinilai praktis dan higienis.

“Memakai QRIS juga lebih higienis sih menurutku. Sebab kita menjadi nirkontak juga. Tinggal scan,” kata dia.

QRIS BRI Dorong Transaksi Digital Harian

Direktur Information Technology BRI, Saladin D. Effendi, menjelaskan QRIS Tap dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan transaksi cepat dan praktis.

“Dengan QRIS, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.

Data BRI mencatat jumlah pengguna BRImo mencapai 47,8 juta pengguna atau tumbuh 18,6 persen secara tahunan. Nilai transaksi BRImo melonjak menjadi Rp2.042,2 triliun atau naik 29,4 persen dibanding periode sebelumnya.

Di sisi lain, volume transaksi QRIS BRI menyentuh Rp30,5 triliun dengan pertumbuhan 76 persen. Capaian tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin melekat dalam aktivitas harian masyarakat, termasuk di gerobak mie ayam pinggir jalan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut