QRIS BRI Makin Merakyat, Pedagang Bubur Ayam Kini Tak Ribet Cari Kembalian
JAKARTA, iNews.id - Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI semakin mengubah cara masyarakat bertransaksi, bahkan hingga ke gerobak bubur ayam pinggir jalan. Kini, pedagang kecil pun mulai merasakan kemudahan pembayaran digital yang cepat, praktis, dan aman.
Salah satunya dirasakan Jalaludin, pedagang bubur ayam di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Setiap pagi dan sore, pria asal Cianjur tersebut berjualan di sekitar Stasiun Gondangdia sambil melayani pelanggan dengan pembayaran digital menggunakan QRIS BRI.
“Sudah bisa pakai QRIS di sini ini, ya QRIS BRI,” kata Jalaludin saat ditemui di lokasi jualannya, Jumat (18/5/2026).
Jalaludin mengaku penggunaan QRIS BRI membuat aktivitas jualannya jauh lebih praktis. Dia tidak lagi direpotkan urusan uang kembalian ketika pelanggan selesai menikmati semangkuk bubur ayam seharga Rp12.000.
Setiap hari, Jalaludin mampu menjual sekitar 100 hingga 150 porsi bubur ayam. Untuk memudahkan transaksi, dia menempelkan barcode QRIS BRI di gerobaknya dan melapisinya menggunakan mika plastik agar tidak mudah rusak.
“Sekarang jadi lebih gampang kalau pakai QRIS, kan tinggal scan saya, nggak ribet. Terus juga enggak perlu menyiapkan uang kembalian,” ucapnya.
Tidak hanya mempermudah pembayaran, QRIS BRI juga membantu Jalaludin mengelola pemasukan hasil jualannya. Semua transaksi tercatat otomatis melalui layanan BRIMerchant sehingga dia tidak perlu lagi mencatat manual.
“Enaknya sekarang kalau QRIS bisa dilihat hasilnya nanti kalau sudah di rumah. Lebih praktis sih jadi nggak perlu repot mencatat lagi,” kata Jalaludin.
Transformasi digital yang dilakukan BRI memang semakin terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat. Direktur Information Technology BRI Saladin D. Effendi mengatakan pengembangan QRIS Tap di BRImo menjadi langkah penting menghadirkan sistem pembayaran digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.
“Dengan QRIS Tap, pengguna transportasi publik tidak perlu lagi membawa kartu fisik. Cukup menggunakan super apps BRImo yang telah mendukung fitur QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.
BRI juga mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai layanan digital sepanjang Triwulan I 2026. Berdasarkan unggahan Instagram BRI pada 17 Mei 2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Pada layanan super apps BRImo, jumlah pengguna mencapai 47,8 juta user atau naik 18,6 persen secara tahunan. Volume transaksi BRImo juga melonjak hingga Rp2.042,2 triliun dengan pertumbuhan 29,4 persen year on year.
Sementara itu, platform korporasi digital QLola by BRI mencatatkan 320,4 ribu pengguna dengan pertumbuhan 33,1 persen. Nilai transaksi platform tersebut menembus Rp4.462 triliun atau tumbuh 53,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sektor merchant, BRI kini memiliki 323,7 ribu merchant pengguna layanan digital. Total volume transaksi merchant mencapai Rp67,9 triliun atau tumbuh 26,5 persen secara tahunan.
Layanan QRIS BRI juga menunjukkan lonjakan luar biasa. Volume transaksi QRIS mencapai Rp30,5 triliun dengan pertumbuhan 76 persen secara tahunan. Jumlah transaksi bahkan melampaui 253 miliar transaksi atau meningkat 86,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan ekosistem digital BRI semakin kuat dalam mendukung aktivitas keuangan masyarakat, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga korporasi besar di Indonesia.
Editor: Reynaldi Hermawan