Pedagang Pasar Babelan Serbu BRILink: dari Setor Uang hingga Bayar Angsuran KUR
BABELAN, iNews.id – Pedagang Pasar Babelan menjadikan Agen BRILink Muamar sebagai pusat transaksi keuangan harian karena cepat, dekat, dan dipercaya untuk berbagai kebutuhan perbankan.
Hampir setiap hari, pedagang pasar mendatangi kios Muamar untuk setor tunai, bayar cicilan, hingga angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lokasinya yang menempel dengan jalur utama pasar memudahkan pedagang mengatur keuangan tanpa meninggalkan lapak terlalu lama.
“Saya hampir setiap hari dan langsung setor saja. Saking percayanya sama Muamar kadang saya langsung tinggal pergi tidak nunggu bukti transfer,” tutur Alwi, pedagang ayam goreng di Pasar Babelan.
Bagi pedagang, kehadiran agen BRILink menghemat waktu dan tenaga. Mereka tidak perlu antre di kantor bank atau menutup usaha, terutama saat jam pasar sedang ramai. Untuk biaya admin, para pedagang hanya perlu membayar Rp15.000 saja.
"Kalau ke Bank kan harus antre segala macam. Kalau di sini enak cepat," ujarnya.
Kepercayaan pedagang tidak muncul tiba-tiba. Muamar dikenal melayani transaksi dengan rapi dan konsisten sejak membuka agen BRILink sekitar tiga tahun lalu. Dari sinilah hubungan personal antara agen dan pedagang terbangun kuat.
Setiap hari, sedikitnya 50 transaksi khusus BRI dilakukan pedagang dan warga sekitar di kios tersebut. Transaksi itu didominasi pembayaran cicilan motor, mobil, hingga kewajiban KUR yang harus tepat waktu.
“Kebanyakan sih pedagang ya karena lokasi saya kan dekat dengan pasar. Sehari saja khusus BRI aja ada 50 yang melakukan transaksi di sini,” ujar Muamar kepada iNews.id.
Sebelum menjadi agen, dia hanya nasabah biasa. Aktivitas transaksi pedagang yang terus meningkat menarik perhatian bank hingga akhirnya dia ditawari menjadi agen resmi.
“Awalnya saya nasabah biasa tapi karena transaksinya banyak akhirnya saya ditawari menjadi agen BRILink. Tapi saya enggak langsung mengiyakan. Tanya dulu apa kerugian dan keuntungan ke temen-temen,” kata dia.
Setelah mempertimbangkan masukan dan kebutuhan warga kampung sekitar pasar, Muamar menerima tawaran tersebut. Keputusan itu langsung memberi dampak bagi pedagang yang membutuhkan layanan keuangan terpercaya.
“Akhirnya saya tertarik. Karena di sini kebanyakan orang kampung dan tertarik agen resmi,” ucapnya.
Keberadaan agen resmi membuat pedagang merasa lebih aman menyimpan dan memutar uang hasil dagangan. Transaksi berlangsung tanpa rasa khawatir, bahkan sebagian pedagang berani meninggalkan kios agen tanpa menunggu bukti transfer.
Program BRILink dari Bank Rakyat Indonesia membuka akses perbankan langsung ke lingkungan pasar dan kampung. Skema ini mempermudah pedagang kecil mengelola keuangan usaha secara rutin.
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menilai BRILink berperan penting mendorong ekonomi lokal melalui kedekatan layanan dengan masyarakat.
“BRILink Agen menjadi salah satu strategi BRI dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendekatkan layanan transaksi kepada masyarakat. Melalui jaringan ini, masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi dengan lebih cepat, mudah, dan dekat dari tempat tinggal. Di sisi lain, BRILink Agen juga membuka peluang usaha tambahan bagi UMKM, termasuk pemilik pangkalan gas, serta menjadi katalis bagi perputaran ekonomi di lingkungan sekitar,” ungkap Akhmad.
Hingga akhir Maret 2026, BRILink mencatat lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80 persen desa di Indonesia. Pada periode sama, jaringan ini melayani lebih dari 252 juta transaksi dengan total sales volume Rp420 triliun, memperlihatkan peran vital agen bagi aktivitas ekonomi masyarakat bawah.
Editor: Reynaldi Hermawan