KPR Subsidi BTN Tembus Rp102 Triliun pada Kuartal I-2019
JAKARTA, iNews.id - Lesunya sektor properti tidak berpengaruh pada rumah susbdi. Hal ini terlihat dari penyaluran KPR subsidi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN pada tiga bulan pertama tahun ini.
Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, KPR subsidi masih menjadi andalan utama BTN untuk kredit di sektor perumahan. Total penyaluran KPR subsidi BTN pada kuartal I-2019 sekitar Rp102 triliun.
"KPR subsidi naik 28,87 persen yoy dan Rp79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp101,99 triliun di periode yang sama tahun ini," kata Maryono saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Dia mengatakan, pertumbuhan penyaluran kredit yang kuat tersebut membuat BTN masih merajai pangsa pasar KPR subsidi. Per 31 Maret 2019, pangsa pasar BTN untk KPR subsidi mencapai 92,96 persen.
Selain KPR subsidi, dia mencatat KPR nonsubsidi alias komersial juga masih tumbuh positif. Pada kuartal I-2019, penyaluran KPR nonsubsidi tumbuh 14,37 persen menjadi Rp79,83 triliun.
Untuk kredit perumahan lainnya, BTN menyalurkan Rp8,44 triliun. Secara umum, kredit perumahan yang disalurkan BTN sepanjang Januari-Maret 2019 mencapai Rp219,72 triliun. Angka tersebut tumbuh 19,11 dibanding periode yang sama tahun 2018.
Selain itu, Maryono mengatakan, kinerja kredit nonperumahan juga positif meskipun porsinya jauh lebih kecil dibanding KPR. Kredit di segmen ini naik 24,24 persen dengan ditopang kredit konsumer (Rp4,97 triliun, +25,53 persen) dan kredit komersial (Rp17,43 triliun, +23,88 persen).
Pria yang berkarier sebagai bankir sejak 1983 itu mengatakan, total penyaluran kredit BTN sepanjang kuartal I-2019 mencapai Rp243,13 triliun, tumbuh 19,57 persen. Hal ini jauh di atas rata-rata tingkat pertumbuhan kredit nasional di kisaran 12 persen.
Meski jumlahnya meningkat, dia memastikan kualitas kredit BTN tetap terjaga. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) netto yang ada di bawah 2 persen.
Editor: Rahmat Fiansyah