Kenali 8 Jenis Investasi Jangka Pendek untuk Pemula
JAKARTA, iNews.id - 8 jenis investasi jangka pendek ini bisa menjadi pilihan yang menarik bagi para investor pemula. Pasalnya, instrumen investasi ini memiliki risiko relatif rendah dan potensi untuk menghasilkan keuntungan dalam waktu yang singkat.
Investasi jangka pendek merupakan bentuk investasi di mana investor menempatkan dana atau aset dalam instrumen keuangan dengan harapan mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, biasanya kurang dari satu tahun.
Investasi jangka pendek cocok untuk tujuan keuangan yang relatif dekat, seperti dana darurat, pembayaran uang muka untuk membeli rumah atau mobil, serta tujuan lain yang mungkin dilakukan dalam beberapa tahun.
Meskipun investasi jangka pendek memberikan akses cepat ke dana dan juga aman, tingkat imbal hasilnya biasanya lebih rendah daripada investasi jangka panjang. Selain itu, risiko tetap ada, terutama terkait dengan perubahan suku bunga, inflasi, atau fluktuasi nilai aset.
7 Aplikasi Investasi Tepercaya yang Aman dan Terdaftar di OJK, Apa Saja?
Berikut 8 jenis investasi jangka pendek yang bisa menjadi pilihan untuk investor pemula:
Sertifikat Deposito merupakan produk perbankan yang mengunci uang Anda untuk jangka waktu tertentu mulai dari 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun dengan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan. Instrumen ini disebut lebih stabil tetapi kurang likuid.
Jenis investasi ini dinilai sangat likuid dan relatif aman. Uang yang diinvestasikan disimpan di bank dan bisa diakses kapan saja. Namun, tingkat bunga pada rekening tabungan cenderung rendah.
Obligasi jangka pendek adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Mereka memiliki jangka waktu 1 hingga 3 tahun. Cara kerjanya yakni, Anda menerima bunga sebagai imbal hasil dan pada saat jatuh tempo, maka akan menerima pokok investasi Anda kembali.
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah investasi yang menggabungkan dana dari berbagai investor dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Instrumen investasi ini umumnya cenderung aman dan sangat likuid dengan waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Investasi ini melibatkan pembelian surat-surat berharga yang memiliki jangka waktu pendek, seperti Surat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga komersial, sertifikat deposito komersial, RDPU, dan saham preferen jangka pendek. Mereka umumnya cenderung aman dan sangat likuid.
P2P Lending adalah platform online yang menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman individu atau investor. Anda dapat meminjamkan uang kepada peminjam dengan jangka waktu pendek dan menerima bunga sebagai imbalan. Namun, investasi ini juga membawa risiko kredit.
Meskipun investasi saham sering dianggap sebagai investasi jangka panjang, Anda juga dapat melakukan trading saham dalam jangka pendek yang dikenal sebagai "trading harian" atau "trading jangka pendek". Anda dapat membeli dan menjual saham dalam waktu singkat untuk mencari keuntungan dari pergerakan harga singkat.
Selain itu, Anda dapat menerima pendapatan dari dividen, seperti saham blue chip atau saham yang berpotensi cepat berkembang. Namun, saham memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pilihan investasi jangka pendek yang lebih stabil dan pergerakan harganya bisa fluktuatif.
Jenis investasi properti yaitu Anda dapat mempertimbangkan menyewakan properti yang dimiliki untuk pendapatan jangka pendek.
Memiliki emas fisik atau berinvestasi dalam instrumen emas seperti logam mulia atau ETF emas juga bisa menjadi pilihan investasi jangka pendek. Emas sering dianggap sebagai tempat berlindung saat terjadi ketidakpastian ekonomi karena nilainya yang stabil.
Itu tadi ulasan mengenai jenis investasi jangka pendek yang dapat Anda coba. Setiap jenis investasi jangka pendek memiliki risiko dan imbal hasil yang berbeda. Pilihan investasi terbaik akan tergantung pada tujuan keuangan Anda, toleransi risiko, dan rencana keuangan.
Editor: Aditya Pratama