Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkeu Luncurkan ORI029, Tawarkan Kupon hingga 5,80 Persen
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana kembali menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Rencananya, penerbitan surat utang ritel ini dijual secara online, sama seperti penjualan SBR003 pada Mei lalu.

Bila tidak ada aral melintang, penerbitan obligasi ini akan dilakukan pada semester II 2018, tepatnya pada September. "Rencananya, kalau enggak salah, itu mau dinaikin targetnya. Jadi kita semester kedua," ujar Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Scenaider Siahaan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Senin (23/7/2018).

Penerbitan obligasi pemerintah ini akan ditingkatkan dua kali lipat dari yang sebelumnya. Adapun total penghimpunan dana dari penerbitan SBN seri SBR003 sebesar Rp1,92 triliun. Dengan begitu, pemerintah akan menarik dana dari penerbitan surat utang yang baru ini sebesar 3,8 triliun.

Meski situasi global memengaruhi perekonomian, tetapi obligasi yang ditawarkan pemerintah cukup direspons positif pelaku pasar. "Kalau global itu mostly enggak terpengaruh sebetulnya. Kapan pun, anytime kita terbitkan bisa. Artinya, kita punya market sudah secure untuk pendanaan," katanya.

Dalam penawaran surat utang ritel ini, pemerintah mengincar investor domestik terutama pengusaha ritel agar tertarik membeli. "Nah domestik ini kita perlu tingkatkan, sekarang ini kita coba push supaya lebih dalam. Sekarang kita coba bangunnya ke investor ritel," kata dia.

Selain SBN ritel, pemerintah turut menawarkan sukuk ritel (sukri) yang juga akan dijual secara online. Pemerintah tidak melepas kedua jenis obligasi ini di bulan yang sama secara bersamaan. Rencananya, sukri online diluncurkan pada kuartal keempat 2018.

"Tentunya tidak sama periodenya (penjualan SBN ritel dan sukri). Nanti kita sounding dulu. Sukuk kan baru pertama kali lewat online," katanya.

Sekadar informasi, penjualan SBR003 menjangkau 7.642 investor di 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah SBR baru sebanyak 5.863 investor. Kemudian, untuk jumlah investor terbesar berada pada pemesanan Rp1 juta sampai dengan Rp100 juta yang mencapai 61,89 persen. Adapun rata-rata volume pemesanan investor sebesar Rp252,3 juta.

Berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbesar berada pada kelompok usia 25 sampai 40 tahun (36,72 persen). Berdasarkan kelompok profesi, investor terbesar pegawai swasta mencapai 40,37 persen.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut