Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) memastikan, tahun politik dalam gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 2018 tidak berisiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan, lewat pesta demokrasi yang berlangsung, KEIN memprediksi, ekonomi nasional bisa tumbuh 5,7-6 persen.

Ketua KEIN Soetrisno Bachir mengatakan, pelaku usaha sudah belajar dari pengalaman lima tahun yang lalu, sehingga Pilkada serentak yang dilaksanakan pada 171 kabupaten/kota itu tidak akan mengganggu perekonomian.

"Dunia usaha sudah cuek dengan kegaduhan politik. Politik boleh gaduh, tapi ekonomi tetap jalan," katanya dalam acara KEIN Meets The CEO yang berlangsung di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Dia menyebutkan, ada dua daerah yang berpotensi mengalami gejolak saat Pilkada serentak pada Juni atau Juli nanti digelar. Dua daerah itu, yakni Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Kedua daerah tersebut berpotensi ricuh karena calon pasangan yang diusung.

Sementara itu, pesta demokrasi di tahun berikutnya atau Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dinilai memang rentan terhadap berbagai risiko. Meski tak menjabarkan secara detail, Soetrisno berharap risiko tersebut tidak menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian.

"Tapi, ini puncak risikonya baru masuk pada 2019 atau akhir 2018," ucap Soetrisno.

Dalam pemaparan KEIN dijelaskan, tahun politik 2018 tidak berisiko karena Pilkada serentak sangat cair di mana adanya polarisasi kandidat dan didukung multipartai. Identitas kandidat pilkada juga bervariasi (multivarian).

Lalu, faktor populisme atau keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat, hingga personifikasi calon pilkada yang dijaga mengurangi adanya kontroversi.

Sementara itu, di sektor properti, dampak Pilkada serentak malah berbuah manis. Pengamat Properti Panangian Simulangkit menilai, kalangan menengah ke bawah lebih mendominasi untuk pembelian properti.

"Karena ini kesempatan para penjual properti untuk harga Rp300 juta sampai Rp500 juta akan semakin diminati bagi golongan menengah ke bawah," ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut