Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Ubah Wajah Warung Kelontong, Beli Gorengan Rp2.000 Tinggal Tap
Advertisement . Scroll to see content

Karyawan di Kebon Sirih Andalkan QRIS BRI: Enggak Ada Cerita Kembalian Diganti Permen!

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:00:00 WIB
Karyawan di Kebon Sirih Andalkan QRIS BRI: Enggak Ada Cerita Kembalian Diganti Permen!
Warung kelontong rasakan manfaat QRIS BRI (Foto:Reynaldi Hermawan/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI mulai mengubah kebiasaan belanja masyarakat di Jakarta. Banyak pembeli kini memilih transaksi digital dibanding menggunakan uang tunai, bahkan untuk belanja kecil seperti gorengan di warung kelontong.

Fenomena tersebut terlihat di kawasan Kebon Sirih, Jakarta. Sejumlah pelanggan warung kini lebih sering membayar menggunakan QRIS melalui ponsel dibanding membawa dompet berisi uang cash.

Salah satu karyawan di kawasan Kebon Sirih, Dimas, mengaku hampir tidak pernah lagi menggunakan uang tunai untuk transaksi harian. Dia menilai pembayaran digital jauh lebih praktis dan efisien.

Menurut Dimas, penggunaan QRIS BRI di BRImo membuat transaksi menjadi lebih jelas. Pembeli tidak lagi menerima kembalian berupa permen ketika nominal uang kecil tidak tersedia.

“Kalau bayar pakai QRIS nominalnya pas, jadi enggak ada cerita kembalian diganti permen lagi,” katanya.

Dimas juga mengaku transaksi digital membuat proses belanja jauh lebih cepat, terutama saat sedang terburu-buru sebelum kembali bekerja.

“Sekarang tinggal scan terus bayar. Praktis banget, apalagi buat kami yang sering buru-buru saat jam istirahat kantor,” tuturnya.

Kebiasaan pembayaran digital juga semakin meluas di warung kelontong milik Suyami di Kebon Sirih. Warung tersebut menjual kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, sabun, rokok, hingga gorengan.

Suyami mengatakan mayoritas pembeli kini memilih QRIS BRI saat bertransaksi. Bahkan pembelian gorengan seharga Rp2.000 pun dibayar menggunakan sistem digital.

“Sekarang sudah enggak perlu ribet mas, hampir semua pembeli memakai QRIS untuk pembayaran,” kata Suyami kepada iNews.id.

Menurut dia, sebagian besar pelanggan merupakan pekerja kantoran yang lebih nyaman menggunakan telepon genggam saat berbelanja.

“Pembeli saya rata-rata karyawan mas. Jadi mereka lebih banyak menggunakan handphone kalau belanja,” lanjutnya.

QRIS BRI Semakin Mendominasi Transaksi Harian

Peningkatan penggunaan QRIS BRI juga tercermin dari pertumbuhan layanan digital BRI sepanjang Triwulan I 2026. Penggunaan transaksi cashless terus meningkat di berbagai sektor.

Direktur Information Technology BRI, Saladin D. Effendi, mengatakan QRIS Tap dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan transaksi cepat dan praktis.

“Dengan QRIS Tap, pengguna transportasi publik tidak perlu lagi membawa kartu fisik. Cukup menggunakan super apps BRImo yang telah mendukung fitur QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.

Berdasarkan data BRI, jumlah pengguna BRImo kini mencapai 47,8 juta pengguna atau tumbuh 18,6 persen secara tahunan. Nilai transaksi BRImo juga melonjak menjadi Rp2.042,2 triliun atau naik 29,4 persen.

Sementara itu, volume transaksi QRIS BRI tercatat mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 76 persen dibanding periode sebelumnya. Angka tersebut memperlihatkan transaksi digital kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut