Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

IPO Saudi Aramco Tak Direspons Positif, Apa Alasan Investor?

Senin, 23 Oktober 2017 - 11:58:00 WIB
IPO Saudi Aramco Tak Direspons Positif, Apa Alasan Investor?
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Timur Tengah, Saudi Aramco tengah mempersiapkan diri untuk melantai di bursa atau dikenal dengan nama Initial Public Offering (IPO). Penawaran saham perdana itu diprediksi menjadi paling besar dari yang pernah ada.

Sayang, pasar kurang merespons positif. Ini dibuktikan dari sejumlah investor yang mengungkapkan ketidaktertarikannya.

Para analis mengatakan raksasa energi asal Arab Saudi dengan valuasi perusahaan USD1-2 triliun itu akan fokus pada pertumbuhan, dividen yang menarik dan dukungan dari pemerintah dalam IPO.

Bila tidak ada aral melintang, pemerintah Arab Saudi akan melepas 5% saham dari perusahaan pelat merahnya itu. Bahkan kabarnya, investor asal China cukup memerhatikan rencana aksi IPO Saudi Aramco.

Namun dengan harga minyak mentah dunia yang belum sesuai harapan membuat para investor berpikir dua kali untuk membeli saham Saudi Aramco. Selain itu, belum diketahuinya cadangan migas di sana juga menjadi pertimbangan khusus.

"Itu akan menjadi tantangan besar. Apa yang kita beli? Antusiasme saya terhadap IPO sangat rendah," kata Kunal Ghosh manajer portofolio pasar global dari Allianz Global Investors, seperti mengutip CNBC, Senin (23/10/2017).

Ghosh mengakui, jika harga minyak mentah merangkak naik dan harganya sesuai harapan maka akan mendukung penilaian investor terhadap langkah IPO Saudi Aramco. Namun, kepastian cadangan yang tak bisa disiapkan oleh pemilik mayoritas saham, yakni pemerintah Arab Saudi menjadi tantangan struktural yang menjadi perhatian investor, utamanya soal tata kelola perusahaan.

"Ketika saya membeli perusahaan minyak, saya melakukannya karena saya memiliki pandangan tentang komoditas tersebut, pandangan tentang cadangan dan pandangan mengenai manajemen dan rasa hormat mereka terhadap pandangan saya sebagai pemegang saham minoritas," kata Ghosh.

"Saudi Aramco telah menjadi perusahaan swasta selama beberapa dekade, dan membutuhkan perubahan pola pikir. Sampai ada perubahan pola pikir, ini akan membuat kita berada di persimpangan. Kelipatan apa saja yang akan didapat untuk mendapatkan cadangan dan pendapatannya akan ditentukan oleh tata kelola perusahaan mereka," ujar Ghosh.

Sebagai informasi, perusahaan telah menunjuk auditor internasional untuk secara independen menilai cadangan minyaknya, sebuah proses yang diharapkan selesai pada akhir tahun. Hasil audit tersebut apakah menggarisbawahi atau melampaui angka resmi pemerintah Saudi yang berjumlah lebih dari 261 miliar barel akan berdampak langsung terhadap penilaian.

Editor: Super Admin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut