IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak Terbatas di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergerak terbatas pada perdagangan pekan depan. Hal ini salah satunya dipengaruhi invasi Rusia ke Ukraina.
Kepala Riset Mirae Assets Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya mengatakan, prediksi IHSG akan berada dalam fase konsolidatif dengan volatilitas yang bersifat jangka pendek.
"IHSG masih konsolidasi di bawah normal lower band pada uptrend channel jangka pendek yang relatif kuat," ujar Hariyanto dalam risetnya, Minggu (27/2/2022).
Dia menargetkan IHSG bisa merangsek ke area 6.999 dalam skala mingguan. Sementara dalam sebulan, uptrend yang terbatas diprediksi bisa melambungkan indeks acuan ke 7.017.
Kisah Inspiratif Murali Divi, Dulu Pernah Gagal Ujian Kini Berharta Rp111 Triliun
Secara garis besar, Hariyanto menilai ada peluang bagi perusahaan pertambangan logam dan batu bara untuk meningkat di tengah
kenaikan harga komoditas.
Selain itu, agresi militer Rusia ke Ukraina dinilai akan membawa fluktuasi jangka pendek bagi pasar di tengah kekhawatiran terjadinya inflasi menyusul lonjakan harga bahan baku.
Ukraina Dapat Sumbangan Rp70 Miliar dalam Bentuk Kripto di Tengah Invasi Rusia
"Kami percaya invasi Rusia ke Ukraina hanya membawa volatilitas jangka pendek ke IHSG (bukan koreksi pasar yang signifikan), karena Indonesia, sebagai negara produsen komoditas, harusnya mendapatkan keuntungan dari kenaikan komoditas," kata dia.
Jerman dan Sekutu Barat Setuju Keluarkan Rusia dari SWIFT
Senada dengan Hariyanto, Senior Fund Manager Pacific Capital Investment Parningotan Julio menilai bahwa IHSG seharusnya mendapatkan berkah dari naiknya harga komoditas. Dirinya merekomendasikan investor untuk mengambil strategi buy on weakness saat harga sejumlah emiten tambang berada di posisi koreksi.
"Dari sisi keuntungan kalau kita lihat dari harga komoditas yang menguat tentunya akan menjadi sentimen positif bagi bursa, tapi kalau sentimen negatifnya oilnya naik, kita importir minyak," ucap Parningotan kepada MNC Portal Indonesia.
Berikut 5 Bisnis dengan Keuntungan Ratusan Ribu per Hari
Invasi Rusia ke Ukraina membuat sejumlah harga komoditas naik. Dari mulai harga minyak, batu bara, nikel, alumunium, CPO, hingga harga pangan perlahan merangkak naik.
Ketidakjelasan kondisi global dan kekhawatiran inflasi juga mengancam pasar keuangan di mana saat dolar meningkat cukup signifikan membuat mata uang negara berkembang mengalami koreksi.
Namun, sanksi sejumlah negara adidaya ke Rusia beberapa hari terakhir cukup memberi nafas sejenak bagi pasar, di tengah usaha perundingan Kremlin terhadap Ukraina.
Editor: Aditya Pratama