IHSG Lanjutkan Penguatan, Bursa Asia Masuk Zona Hijau Usai Laporan Laba Perusahan
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap melanjutkan penguatan setelah kemarin ditutup ke level 6.005. Pada pembukaan, Rabu (1/11/2017), pagi ini IHSG menguat 11,26 poin atau 0,19% ke 6.017.
Dari 347 saham yang diperdagangkan, saat ini 137 saham menguat, 110 saham melemah, dan 100 lainnya stagnan.
Indeks LQ45 naik 4,68 poin atau 0,47% ke 996,9, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,2 poin atau 0,44% ke 731,91, indeks IDX30 menguat 2,63 poin atau 0,48% ke 544,15 dan indeks MNC36 naik 2,23 poin atau 0,66% ke 340,21.
Dari 10 sektor penopang IHSG, delapan di antaranya mengalami penguatan, dan dua lainnya melemah. Sektor pertambangan, dan aneka industri mendorong penguatan IHSG hari ini.
Sementara itu, saham-saham yang masuk deretan top gainers di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp35 atau 1,90% ke Rp1.875, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp650 atau 1.87% ke Rp35.325, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp275 atau 1,32% ke Rp21.175, dan PT Elnusa Tbk naik Rp4 atau 1,30% ke Rp312.
Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp40 atau 0,99% ke Rp3.990, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSPB) turun Rp4 atau 0,97% ke Rp408, PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) turun RP6 atau 1,36% ke Rp434, dan Hanson International Tbk (MYRX) turun Rp2 atau 1,69% ke Rp116.
Sementara itu, bursa saham Asia menguat pada hari ini karena investor mencermati laporan pendapatan regional yang positif. Pasar juga mengamati data laporan Purchasing Managers Index (PMI) China, yang memenuhi harapan.
Di negara lain, pasar juga ditutup menguat lebih tinggi karena investor fokus pada dua isu utama yang memengaruhi kinerja bursa, antara lain pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) dan rincian pemotongan pajak yang dijanjikan Presiden Donald Trump.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,48% karena investor antusias terhadap laporan pendapatan. S & P / ASX 200 naik 0,55%, dengan saham energi memimpin kenaikan pada indeks yang lebih luas.
Editor: Ranto Rajagukguk