Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Jualan Gorengan ke Bengkel Mobil, Jojo Sutarjo Bangkit Berkat KUR BRI
Advertisement . Scroll to see content

Gondangdia Jadi Etalase QRIS BRI, Pedagang Kecil Beralih ke Pembayaran Digital

Senin, 29 Juni 2026 - 10:23:00 WIB
Gondangdia Jadi Etalase QRIS BRI, Pedagang Kecil Beralih ke Pembayaran Digital
QRIS BRI kian menjamur di kawasan Gondangdia (Foto: Reynaldi Hermawan/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – QRIS BRI menjamur di kawasan kaki lima stasiun Gondangdia. Dari gerobak bubur ayam, batagor, hingga mie ayam yang kini melayani pembayaran tanpa uang tunai.

Di sekitar Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, barcode QRIS BRI tampak menempel di banyak gerobak pedagang kaki lima. Fenomena ini menandai pergeseran cepat pola transaksi masyarakat urban yang menuntut kecepatan, kepraktisan, dan keamanan.

Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Jalaludin, penjual bubur ayam asal Cianjur. Setiap pagi dan sore, dia melayani pembeli dengan QRIS BRI untuk semangkuk bubur seharga Rp12.000.

“Sudah bisa pakai QRIS di sini ini, ya QRIS BRI,” kata Jalaludin saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jumat (18/5/2026).

Penggunaan QRIS membuat aktivitas jualan jauh lebih efisien. Dia tidak lagi direpotkan uang kembalian, sementara transaksi langsung tercatat otomatis melalui BRIMerchant.

“Sekarang jadi lebih gampang kalau pakai QRIS, kan tinggal scan saya, nggak ribet. Terus juga enggak perlu menyiapkan uang kembalian,” ucapnya.

QRIS BRI semakin diminati pelaku usaha kecil, termasuk pedagang bubur ayam di Jakarta yang kini menikmati transaksi lebih praktis dan cepat. (Foto: Reynaldi Hermawan/iNews.id)

Gerobak Kecil Masuk Ekosistem Digital

Perubahan serupa terlihat di gerobak batagor milik Johan yang mangkal di bawah Stasiun Gondangdia. Antrean pembeli, terutama karyawan perkantoran saat jam makan siang, bisa dilayani lebih cepat berkat QRIS BRI.

“Jadi cepat dan praktis. Apalagi pembeli di sini kebanyakan karyawan. Jadi jarang pakai cash,” kata Johan.

QRIS BRI juga diadopsi Rusmiati, pedagang mie ayam yang sudah 10 tahun berjualan di sekitar stasiun. Dengan harga Rp15.000 per porsi, dagangannya laris hingga 50 mangkuk per hari.

“Tak pernah terpikir oleh saya awalnya ada teknologi seperti ini (QRIS). Sekarang semua mudah,” ujar Rusmiati.

Sejak beralih ke QRIS, Rusmiati mengaku pernah mengalami satu hari penuh tanpa transaksi tunai. Seluruh pembeli memilih pembayaran digital.

“Pernah satu hari laci saya ini kosong, semua pembeli pakai QRIS dari pagi sampai sore,” ucapnya.

Dari sisi pembeli, transaksi digital dinilai lebih praktis dan higienis. “Memakai QRIS juga lebih higienis sih menurutku. Sebab kita menjadi nirkontak juga. Tinggal scan,” kata Rina, pelanggan mie ayam di Gondangdia.

Fenomena menjamurnya QRIS di Gondangdia sejalan dengan strategi transformasi digital Bank Rakyat Indonesia. Direktur Information Technology BRI Saladin D. Effendi menegaskan inovasi QRIS Tap dirancang untuk kebutuhan masyarakat urban.

“Dengan QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.

Kinerja digital BRI pada Triwulan I 2026 mencerminkan lonjakan signifikan. Laba bersih tercatat Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Pengguna BRImo mencapai 47,8 juta dengan volume transaksi Rp2.042,2 triliun.

Di sektor merchant, BRI memiliki 323,7 ribu pengguna layanan digital dengan volume transaksi Rp67,9 triliun. Khusus QRIS BRI, nilai transaksi menyentuh Rp30,5 triliun dengan pertumbuhan 76 persen.

Menjamurnya QRIS BRI di Gondangdia menunjukkan pembayaran digital tidak lagi eksklusif pusat perbelanjaan modern. Gerobak kaki lima kini menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan digital nasional.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut